Manfaat Dan Bahaya Makanan Pedas Untuk Kesehatan Sobat

  • Jumat, 08/11/2019 - 09:22 WIB

Sobat Souja, pecinta makanan pedas dan tidak bisa makan tanpa tambahan cabai atau saus sambal? Kabar baiknya adalah mengonsumsi cabai ternyata dapat memberi sejumlah manfaat baik untuk kesehatan. Namun, bagi Sobat yang suka mengonsumsi makanan yang sangat pedas dengan jumlah cabai yang banyak, hati-hati, Sobat bisa terkena dampak buruk berikut ini. Yuk, cari tahu apa manfaat dan bahaya makanan pedas untuk kesehatan di sini.

Manfaat Makanan Pedas untuk Kesehatan


Beberapa makanan, seperti bakso, mi instan, atau bahkan hanya nasi hangat memang akan terasa lebih mantap jika ditambahkan cabai atau saus sambal untuk sensasi rasa pedas yang nikmat. Cabai sebagai bumbu masak pemberi rasa pedas, sudah digunakan sejak jaman dulu untuk mengobati radang dan melancarkan sirkulasi darah. Ketika Sobat mengonsumsi makanan pedas, maka darah dalam tubuhmu akan mengalir lebih cepat, sehingga racun-racun dalam tubuh dapat dikeluarkan melalui keringat. Masih banyak manfaat kesehatan lainnya yang bisa Sobat dapatkan dari mengonsumsi makanan berukuran kecil ini:

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Cabai dan paprika terkenal akan kandungan vitamin C dan vitamin A-nya yang sangat tinggi. Kedua jenis vitamin tersebut merupakan zat antioksidan yang bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dengan demikian, Sobat yang suka mengonsumsi cabai dapat memiliki sistem imun yang kuat sehingga tidak mudah terserang penyakit.

Menurunkan Berat Badan

Rasa pedas dan terbakar di lidah saat Sobat mengonsumsi cabai disebabkan karena adanya kandungan senyawa capsaicin pada cabai. Selain membuat Sobat kepedasan, kandungan capsaicin ini juga akan meningkatkan temperatur tubuh dan mempercepat kerja metabolisme, sehingga kalori dalam tubuhmu dapat lebih cepat terbakar.

Mencegah Kanker
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan capsaicin pada cabai juga berkhasiat untuk menghambat atau bahkan mematikan pertumbuhan sel-sel kanker tanpa merusak sel-sel sehat di sekitarnya. Manfaat ini bisa Sobat dapatkan jika mengonsumsi cabai secara teratur.

Menyehatkan Jantung

Orang yang suka mengonsumsi makanan pedas akan memiliki jantung yang sehat, karena cabai mencegah terjadinya pembekuan darah. Kandungan capsaicin terbukti efektif melawan inflamasi yang merupakan penyebab penyakit jantung.

Obat Flu dan Melancarkan Hidung Tersumbat
Kalau Sobat sedang flu, dan hidungmu tersumbat, coba redakan dengan cara mengonsumsi makanan pedas deh. Efek pedas yang ditimbulkan kandungan capsaicin dapat membantu mengatasi hidung yang tersumbat serta mengurangi sinusitis dan gejala  flu lainnya.

Namun, Sobat dianjurkan untuk tidak mengonsumsi cabai terlalu banyak atau makan makanan yang sangat pedas, karena Sobat akan mengalami dampak buruk berikut ini:

Maag


Mengonsumsi makanan yang sangat pedas dengan jumlah cabai yang banyak bisa membuat lambungmu mengalami iritasi atau peradangan. Kondisi tersebut biasa dikenal juga dengan penyakit maag. Tidak hanya akan membuatmu sakit perut, tapi Sobat juga bisa diare dan sakit kepala karena penyakit lambung ini.

Membuat Asam Lambung Naik

Tingkat kepedasan yang tinggi dari mengonsumsi terlalu banyak cabai akan membahayakan kesehatan terutama untuk lambung. Jika Sobat memiliki penyakit asam lambung, makanan yang terlalu pedas dapat memicu naiknya asam lambung, sehingga menyebabkan tenggorokan terasa panas. Jika asam lambung meningkat, maka dinding lambungmu pun bisa teriritasi dan rusak.

Menyebabkan Iritasi Usus

Jika Sobat memiliki usus yang sensitif, maka sensasi panas dari makanan yang sangat pedas yang Sobat konsumsi dapat memicu terjadinya iritasi usus.

Jadi, suka mengonsumsi makanan pedas boleh saja, tapi batasi tingkat kepedasan dan jumlah cabai yang Sobat makan seharinya agar kesehatan Sobat tidak terganggu.

 

 Source: halodoc.com


About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.