Wewe, Nabilah JKT48 Bintangi Film Horor Karya Sutradara Trilogy ‘Kuntilanak’
Jumat, 13/03/2015 - 09:36 WIB
images-artikel/kecil/nabila.png
Sumber: sidomi.com
 
 
Jakarta -

Usai berhasil menakut-nakuti penonton Indonesia lewat trilogy film horor terlaris ‘Kuntilanak‘, Rizal Mantovani tahun ini siap kembali meneror lewat karya terbarunya berjudul ‘Wewe‘.
 
 

Jika dalam ‘Kuntilanak' Ia menggandeng aktris Julie Estelle, dalam ‘Wewe' Rizal mengajak salah satu anggota idol group JKT48, Nabilah.

 

Wewe akan menampilkan jenis hantu baru yang belum pernah dimunculkan dalam film horor Indonesia sebelumnya yakni hantu wanita misterius bernama ‘Wewe'.

   

Nabilah memerankan seorang remaja bernama Luna yang baru saja pindah bersama orangtuanya, Jarot (Agus Kuncoro) dan Irma (Inong Nidya Ayu), serta adiknya, Aruna (Khadijah Banderas), ke sebuah rumah baru karena sang ayah baru saja pindah tugas.

 

Rumah itu sangat luas dan berada di sebuah jalanan yang terpencil jauh dari kebisingan ibu kota. Bersama mereka juga Bu Surti, seorang pembantu rumah tanga yang sudah belasan tahun bersama keluarga. Rumah tersebut tampak nyaman, namun ada sat uperabotan yang cukup menggangu, yaitu sebuah ranjang tua terbuat dari kayu jati dan memiliki bentuk dan ukiran aneh, berupa seorang wanita yang sedang berteriak. Ranjang tua ini ada di sebuah ruangan yang terletak di lantai atas.

  

Awalnya semua baik-baik. Lama kelamaan, terjadi perubahan yang cukup drastic pada Aruna. Sebelumnya, Aruna adalah sosok yang sangat aktif dan periang. Semenjak di rumah baru, ia seperti menarik diri. Hal ini sangat diperhatikan oleh Luna. Orang tua mereka Nampak tidak terlalu memperhatikan karena keduanya sering bertengkar setelah sang istri semakin sibuk dengan pekerjaannya. Jarotpun menambah permasalahan dengan sikapnya yang juga keras.

 

Penyebab sering diamnya Aruna adalah beberapa kali ia merasa melihat ‘ada siapa' di kamar tamu, bahkan di kamar tidurnya. Aruna mencoba mengutarakan kepada orang tuanya tapi karena keduanya tidak menaruh perhatian yang penuh, maka kecemasan Aruna teracuhkan. Hanya Lunalah yang merasa kejanggalan ini. Ia pun juga merasa sedih dan murung dengan keadaan orang tuanya, namun hal ini bias ia hindari dengan mengalihkan pikirannya dengan kegiatannya menari jawa.

   

Luna merasakan juga ada kejanggalan di rumah, namun itu ia rasakan sebagai tanda-tanda ‘kecapean'. Sementara ibu Surti, pembantu rumah, memutuskan untuk pergi dari rumah setelah ia melihat dengan jelas ‘penunggu' yang menghantui rumah lama itu. Tiba-tiba suatu hari, Aruna menghilang dari rumah tanpa jejak, tanpa pesan, semua barang-barang miliknya masih ada di kamarnya. Kemanakah Aruna ? Rahasia apakah yang ada di balik ranjang misterius ? Bagaimanakah Luna dan orang tuanya mengambil Aruna kembali dari pangkuan mahluk yang bernama ‘Wewe' ?

 

Wewe akan menghantui bioskop-bioskop Indonesia mulai tanggal 16 April 2015. Satu satu... aku sayang... wewe

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-