2 Hal Tabu Saat Wawancara yang Ternyata Boleh Dilakukan
Senin, 23/02/2015 - 15:10 WIB
 
 
Jakarta -

Ingin karir sobat berkembang? Jangan malu untuk melanggar hal-hal yang tabu saat wawancara kerja berlangsung. Memang ada kalanya sobat harus ekstra waspada saat menempatkan diri di wawancara kerja, namun seiring perkembangan dunia kerja dan juga tuntunan kerja, ada beberapa hal tabu yang bisa sobat lakukan saat interview berlangsung demi kemajuan karir sobat. Apakah itu?
 
 
Well, dikutip dari laman tipskarir.com, berikut ini ada 2 hal yang sering dianggap tabu untuk dikatakan dan dilakukan saat wawancara namun bisa sobat lakukan demi kepentingan pengembangan karir ke depan. Berikut info selengkapnya.
 
 
1. Tanyakan gaji saat wawancara 
Menurut tipskarir.com, sobat harus bisa menghargai diri sendiri dengan tidak mengambil tawaran kerja yang memang sifatnya tidak manusiawi. Mungkin tuntutan kerja yang sobat miliki sangatlah tinggi, namun kemudian sobat menerima gaji yang tidaklah seberapa. Jika dilihat secara finansial, hal tersebut sangatlah tidak layak. Oleh karena itu, ketika sobat mendapat wawancara kerja, sobat bisa menanyakan berapa nominal gaji yang akan sobat terima ketika sobat nantinya mulai bekerja di perusahaan tersebut.
 
 
2. Lakukan negosiasi gaji
Di dunia kerja, proses negosiasi gaji bukanlah satu hal yang tabu. Ketika sobat mendapatkan suatu tawaran kerja, maka sobat harus bisa menjadi orang yang tegas dalam mengambil keputusan. Jika sobat merasa kalau pekerjaan yang di tawarkan tidaklah sesuai dengan gaji yang nantinya akan terima, maka sobat bisa melakukan proses negosiasi dengan pihak pewawancara. Ingat! Sobat harus melakukan negosiasi dengan cara yang baik, gunakan cara bermain yang cantik. Selain itu, sobat juga harus menunjukkan performa terbaik agar sobat bisa berhasil dalam melakukan negosiasi gaji dengan pihak perusahaan.
 
 
Semoga informasi diatas bisa membuat sobat mendapatkan pekerjaan yang diidamkan dan bisa mendapat gaji yang memang sesuai dengan bidang pekerjaan, beratnya pekerjaan serta pertimbangan lain. Meski jangan juga terlalu jual mahal, namun jangan mau dikadalin dengan mau menerima gaji murah sementara beban pekerjaan sangat banyak. Tegas dan cerdiklah dalam memilih. Semoga berhasil!
 

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-