3 Film Pertama yang dibuat Indonesia
Rabu, 17/12/2014 - 15:44 WIB
 
 
Jakarta -

Industri perfilman tanah air sempat mengalami mati suri di era pertengahan 1990an sampai dengan awal 2000an. Namun demikian, tahukah Sobat bahwa film Indonesia pertama kali dibuat pada tahun 1926. Tidak kalah dengan industri perfilman Hollywood, industri Perfilman Indonesia juga memiliki sejarah yang panjang dan bahkan sempat menjadi raja di negara sendiri pada tahun 1980-an. Nah berikut ini tiga judul film pertama Indonesia:


Loetoeng Kasaroeng  (1926)
Film ini adalah film panjang pertama yang dibuat oleh Indonesia, bahkan saat itu masih tergabung dalam kolonial Belanda bernama Hindia Belanda. L.  Heuveldorp bertindak sebagai sutradara, ia adalah seorang pria Belanda yang sangat tertarik dengan kebudayaan Indonesia. Dengan teknologi yang paling mutakhir saat itu, film ini tak menampilkan dialog sedikitpun (film bisu). Lostoeng Kasaroeng menceritakan mengenai seorang putri bernama Purbasari yang memadu kasih dengan seekor Lutung (legenda masyarakat Jawa Barat). 


Eulis Atjih (1927)
Setelah berpartisipasi sebagai sinematografer di film Loetoeng Kasaroeng, seniman berdarah Indo (Eropa-Indonesia) G. Kruger akhirnya memberanikan diri untuk menggarap film pertamanya di tahun 1927 lewat judul Eulis Atjih. Film ini berkisah tentang seorang wanita bernama Eulis Atjih yang ditinggal selingkuh oleh sang suami yang kaya raya. Yang menarik, ketika diluncurkan pada 1928, film itu sudah memakai nama Indonesia yang baru saja diresmikan melalui peristiwa Sumpah Pemuda di tahun tersebut.


Darah dan Do`a (1950)
Darah dan Doa adalah film pertama bertemakan perang dan perjuangan, dimana film ini merupakan salah satu pilar penting di Industri film Nasional karena digarap oleh sutradara asal indonesia, Usmar Ismail. Dengan statusnya sebagai film pertama yang dibuat usai Indonesia merdeka, maka tanggal pertama syuting ditetapkan sebagai Hari Film Nasional yang disahkan oleh Keppres Nomor 25/1999 dan dirayakan hingga sekarang
Darah dan Do`a mengisahkan perjalanan panjang (long march) dari Yogyakarta ke Jawa Barat. Rombongan itu dipimpin Kapten Sudarto (Del Juzar). Perjalanan diakhiri dengan telah berdaulat penuhnya Republik Indonesia pada 1950. Kisah ini disajikan dalam bentuk narasi. 

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-