3 Jurus Jitu Menaklukan Si Sentimen di Kantor
Selasa, 03/05/2016 - 09:11 WIB
images-artikel/kecil/548dde7d-bb15-4020-a266-e99eed248c07-1020x612.png
Sumber: theguardian.co.uk
 
 
Jakarta -

Sobat, ada perbedaan mendasar dalam kehidupan sosial saat masa sekolah atau kuliah dengan di lingkungan kerja. Di masa kamu menuntut ilmu, jika kamu tidak cocok berteman dengan si A atau B, kamu bisa mundur teratur dan memilih lingkungan pertemanan yang lebih sesuai. Namun, bagaimana di tempat kerja? Tidak bisa disamakan tentunya, karena kamu harus berdamai dan mencoba terbiasa dengan pihak-pihak yang kamu anggap menyebalkan tersebut. Suka atau tidak, kamu harus tetap bekerjasama dengan mereka serta mengedepankan profesionalitas kerja, bukan? 


Masalahnya, orang itu selalu membuatmu naik darah dalam 5 atau 6 hari kerja. Semua kedongkolan harus kamu telan bulat-bulat setiap hari. Sikap tubuh, mulut penuh sindirian bahkan bisa bertransformasi menjadi cibiran menyakitkan, komentar sok berpengalaman sudah menjadi makanan pokok di kantor. Lalu, bagaimana menyikapi penderitaan versi lain ini? Yuk, simak!


Anggap sambil lalu
Tetaplah bersikap tenang dan teruskan pekerjaanmu saat dia mulai mencari masalah. Tidak perlu bersikap reaktif kekanak-kanakan, seperti langsung update di media sosial. Mungkin ia sedang berusaha untuk memprovokasi dan memancing emosi. Tetap bersikap manis di hadapannya, lama-lama ia pasti akan kesal sendiri. 


Minta klarifikasi
Mungkin orang yang berbuat negatif kepadamu tidak menyadari apa yang mereka lakukan sudah menyakitkan. Beri penjelasan bahwa tidak selamanya apa yang mereka anggap biasa saja rupanya bermakna negatif untuk orang lain. Don Miguel Ruiz dalam bukunya The Four Agreements: A Practical Guide to Personal Freedom (A Toltec Wisdom Book) menyimpulkan hal ini dengan baik, 


"Apa yang orang lain katakan dan lakukan adalah proyeksi dari realitas mereka sendiri, mimpi mereka sendiri. Bila anda kebal terhadap pendapat dan tindakan orang lain, anda tidak akan menjadi korban dari penderitaan yang tidak perlu."


Taklukan dia
Pesan para orang tua, salah satu cara untuk berdamai dengan para musuh adalah dengan mengulurkan tangan dan menawarkan diri sebagai teman. Dekati mereka, lalu selidiki apa kebiasaan dan hal yang mereka sukai. Kamu bisa memulainya dengan membawakan makanan siang, menu favorit mereka di kantor. Beri mereka hadiah kecil seperti tiket nonton film atau oleh-oleh saat kamu berkesempatan ke luar kota. Lama-lama, ia akan malu sendiri. Lantas, bagaimana jika sikapnya tidak berubah? Hmm.. kalau sudah begitu, kamu hanya tinggal berdoa semoga ia segera sadar dengan sikapnya, lol! 

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Jumat, 09/11/2018 - 13:07 WIB
Kamis, 01/11/2018 - 17:18 WIB
Kamis, 01/11/2018 - 17:00 WIB
Rabu, 14/11/2018 - 10:39 WIB