4 Wisata Bersejarah di Jakarta Barat yang Membuat Kamu Semakin Cinta Keberagaman di Negeri ini
Selasa, 22/08/2017 - 17:39 WIB
images-artikel/kecil/Pic 1.jpg
Sumber: Stebisigm.ac.id
 
 
Jakarta -



Wilayah Jakarta Barat merupakan salah satu dari 5 kota administrasi di Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Wilayah ini juga terkenal dengan peninggalan masa kolonial Belanda  seperti Gedung Balai Kota (kini menjadi museum Sejarah), kawasan Pecinan (glodok), dan juga sejumlah masjid tua serta banteng-benteng pertahanan di masa awal kedudukan Belanda di Batavia. Setelah Jakarta Selatan, Jakarta Barat kini juga mulai dirancang untuk menjadi daerah pusat bisnis terbaru yang ada di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Terutama pada Kecamatan Kembangan yang kini sudah ramai dibangun berbagai jenis mall, pusat hiburan, perbelanjaan, perkantoran, pendidikan, rumah sakit, dan juga properti yang meliputi apartemen serta hotel-hotel di Jakarta Barat .

 

Nah,khusus untuk kalian yang gemar wisata bersejarah, kawasan Jakarta Barat merupakan lokasi yang tepat untuk memenuhi hasrat keingintahuan kalian terhadap sejarah Kota Jakarta bahkan Indonesia. Berikut tempat wisata bersejarah di Jakarta Barat yang bisa kalian kunjungi:


Kota Tua Jakarta

Kota Tua Jakarta atau Batavia Lama (Old Batavia) merupakan sebuah wilayah kecil yang berada di tepi Sungai Ciliwung. Pada abad ke-16, para pelayar dan pedagang dari Eropa pernah menjuluki tempat ini sebagai ‘Mutiara dari Timur’ dan ‘Ratu dari Timur’ karena keindahan lokasi ini yang mirip sekali dengan Kota Amsterdam. Kawasan yang memiliki luas 139 hektar dipenuhi oleh bangunan yang bergaya arsitektur Eropa dan China dari abad ke-17 hingga awal abad ke-20.
Ketika berkunjung ke Kota Tua Jakarta , kalian bisa melakukan banyak hal selain memandangi keindahan arsitektur tiap gedungnya, salah satunya adalah menyewa sepeda onthel atau berfoto ala Orang Belanda di lokasi ini. Wisata ke Kota Tua tidak berujung pada hal itu saja, tetapi kalian juga bisa mengunjungi tempat wisata lain yang berada di sekitarnya, seperti Pelabuhan Sunda Kelapa, Taman Fatahilah, Stasiun Jakarta Kota, Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia, dan juga lainnya. Kalian juga bisa mengunjungi sebuah menara yang bernama Menara Syabandar (Uitkijk Post) untuk menikmati keindahan Kota Tua dari ketinggian. Berada di kawasan pariwisata atau di Jalan Kunir no. 23A,  tidak heran kalau kalian bisa menemukan beragam pesona wisata dan juga hotel di Jakarta Barat yang tersebar di sekitar kawasan ini.


Museum Fatahilah (Museum Sejarah Jakarta)

Museum Fatahilah atau Museum Sejarah Jakarta merupakan salah satu museum yang paling terbesar di kota Jakarta. Bangunan ini dibangun pada tahun 1707 dan digunakan sebagai Balai Kota Batavia pada saat itu. Bangunan ini memiliki banyak ruang mulai dari ruang kantor, ruang pengadilan, dan juga penjara bawah tanah. Setelah merdeka, bangunan yang memiliki gaya arsitektur abad ke-17 ini beralih fungsi menjadi sebuah museum dan dijadikan sebagai lokasi wisata hingga saat ini. Setelah beralih fungsi, Museum Fatahilah memiliki koleksi berupa barang arkeologi, mebel antik, keramik, prasasti, benda kebudayaan Betawi, meriam, patung, dan juga lainnya. Tidak hanya museum, lokasi ini juga sudah dilengkapi dengan beragam fasilitas seperti perpustakaan, kantinm toko souvenir, sinema, musholla, meeting room, dan juga taman.


Kawasan Pecinan Glodok (Chinatown)

Kalian mungkin sudah sering mendengar nama atau istilah pecinan Glodok ketika bekunjung ke Jakarta. Tapi tahukah kalian kalau kawasan tersebut memang sudah ada sejak masa pemerintahan Hindia-Belanda dan dikenal sebagai kawasan pecinan (Chinatown) terbesar di Batavia? Kata Glodok merupakan kata yang berasal dari Bahasa Sunda yakni ‘Golodog’ yang berarti ‘pintu masuk’. Pada masa pemerintahan tersebut, Sunda Kelapa (Jakarta) merupakan pintu masuk ke Kerajaan Sunda. Kawasan Glodok ini merupakan sebuah perkampungan yang ditunjuk oleh VOC sebagai kampung untuk para warga Tionghoa yang ada di kawasan Glodok, sehingga sampai saat ini Glodok telah berubah menjadi kawasan pecinan dan juga pusat perdagangan Jakarta.


Di kawasan ini kalian akan menemukan Toko Tiga atau rumah keluarga Souw yang merupakan orang paling kaya pada saat itu. Hingga kini bangunan tersebut tidak mengalami perubahan sama sekali sejak tahun 1816.  Kalian juga bisa mengunjungi klenteng tertua di Jakarta di lokasi ini yakni Vihara Dharma Bakti atau Klenteng Kim Tek le yang sudah berdiri sejak tahun 1650.  Selain wisata sejarah, kalian juga bisa menikmati wisata kuliner dan berbelanja di lokasi ini.

 

blaster.id

Gereja Sion (Gereja Portugis)

Gereja Sion merupakan sebuah gereja kuno yang memiliki arsitektur yang megah dan juga kokoh. Gereja yang terletak di sudut Jalan Pangeran Jayakarta dan Jalan Mangga Dua ini telah diresmikan sejak tahun 1695 oleh Pendeta Theodorus Zas. Termasuk bangunan tertua di Jakarta, selain berfungsi sebagai gereja tempat ini juga berfungsi sebagai tempat wisata hingga saat ini. Cerita lengkap mengenai sejarah dari gereja ini tertulis di dinding gereja dalam Bahasa Belanda. Fyi, gereja yang merupakan peninggalan Bangsa Portugis ini  dapat menampung hingga 1.000 Jemaat tiap harinya.

 

Nah, itulah beberapa wisata bersejarah yang bisa kalian kunjungi di wilayah Jakarta Barat. Meskipun wilayah ini merupakan salah satu pusat bisnis di Jakarta dan sebagian besar sudah dipenuhi oleh perumahan, perkantoran, serta mall, Jakarta Barat menyimpan begitu banyak wisata peninggalan sejarah yang bisa kalian datangi. Bagi para wisatawan di luar Jakarta, kalian juga tidak perlu khawatir karena di kawasan ini sudah banyak dibangun berbagai jenis hotel di Jakarta Barat yang bisa kalian pilih menyesuaikan budget liburan kalian.

 
 
Artikel Terkait:
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Senin, 03/11/2014 - 09:24 WIB
Selasa, 04/11/2014 - 18:10 WIB
Jumat, 21/11/2014 - 10:12 WIB
Selasa, 18/11/2014 - 10:11 WIB
Senin, 17/11/2014 - 11:57 WIB
Sabtu, 08/11/2014 - 06:28 WIB
Selasa, 11/11/2014 - 08:45 WIB
Rabu, 19/11/2014 - 09:50 WIB
Senin, 17/11/2014 - 09:49 WIB
Minggu, 02/11/2014 - 10:58 WIB
Rabu, 05/11/2014 - 11:17 WIB
Kamis, 06/11/2014 - 13:51 WIB
Minggu, 09/11/2014 - 10:36 WIB
Jumat, 28/11/2014 - 08:48 WIB
Kamis, 20/11/2014 - 13:12 WIB