5 Jembatan Gantung Paling Ekstrim di Dunia
Sabtu, 08/11/2014 - 06:28 WIB
 
 
Jakarta -

Jika kebanyakan jembatan gantung di Indonesia dibangun untuk menghubungkan dua tempat yang dipisahkan oleh sungai, jembatan gantung berikut ini pun memiliki fungsi yang sama. Namun bukan hanya sungai saja yang memisahkan kedua tempat tersebut, melainkan jurang yang amat dalam. Sebab jembatan-jembatan gantung ini di bangun mulai dari di atas tebing hingga puncak gunung.

 

Dengan menyeberangi jembatan gantung yang super ekstrim ini bisa mendapatkan sensasi berjalan di atas awan sekaligus menikmati keindahan alam yang ada disekitar jembatan. Tapi ingat untuk tetap berhati-hati saat melintasinya karena jurang di kanan dan kiri Anda menganga lebar membuat orang yang melihat kebawah bergidik ngeri.



1. Capilano Suspension Bridge, Kanada – Jembatan Gantung Tertua di Kanada

Dibangun pertama kali pada tahun 1889 oleh seorang insinyur berkebangsaan Skotlandia, George Grant Mackay, menjadikan Capilano Suspension Bridge sebuah jembatan gantung tertua di Kanada. Letaknya berada di 3735 Capilano Road, Vancouver Utara, British Columbia, Kanada. Jembatan gantung ini dibangun di atas sungai Capilano dengan ketinggian 70 meter dan membentang sejauh 137 meter.


Pada awal pembangunannya jembatan gantung ini hanya terbuat dari tali jerami dengan setumpuk papan kayu sebagai alasnya. Kemudian barulah pada tahun 1903 tali jerami tersebut digantikan dengan kabel kawat agar lebih kokoh. Setelah itu jembatan kembali tidak terawat hingga akhirnya pada tahun 1956 pemerintah setempat membangun kembali jembatan yang tersohor itu.
Dalam perjalanannya jembatan ini sudah beberapa kali memakan korban, setidaknya ada 4 kasus tercatat sejak tahun 1999. Kasus terakhir terjadi pada bulan Juni 2012, insiden ini menimpa seorang turis dari Ontario berusia 30 tahun yang meninggal setelah jatuh di dekat jembatan.


2. Hanging Bridge of Ghasa, Nepal – Tak Hanya Manusia yang Lewat, Hewanpun Melintasinya

Keunikan dari jembatan gantung yang bernama Hanging Bridge of Ghasa di Annapurna Circuit, Nepal ini yaitu tidak hanya manusia saja yang memanfaatkan jembatan ini untuk sarana perlintasan namun hewan juga melintasi jembatan. Tentu saja hewan-hewan yang melintas bukan hewan liar melainkan hewan ternak warga sekitar.


Jembatan ini dibangun dengan tujuan mengurangi kemacetan lalu lintas yang disebabkan oleh kawanan hewan setempat. Maklum sebagian besar jalan di Ghasa masih terbilang sangat sempit dan setiap harinya orang-orang harus berebut jalan dengan pengguna jalan lain yang bukan manusia tapi kawanan hewan. Hingga kini jembatan ini masih aktif dilewati para petani yang membawa hasil bumi beserta para ternak seperti keledai, sapi dan kambing.


3. Trift Bridge, Swiss – Jembatan Gantung Tertinggi di Pegunungan Alpen

Dapat dikatakan bahwa Trift Bridge adalah salah satu jembatan suspensi bagi pejalan kaki paling ekstrim di Pegunungan Alpen. Bagaimana tidak, jembatan ini dibangun di ketinggian 100 meter dengan panjang 170 meter dan hanya dapat diakses lewat jembatan gantung saja. Jika traveler ingin mengunjungi jembatan ini datang saja ke Swiss, tepatnya berada di Grimselworld Trail, Gadmen.


Jembatan ini dibangun pada tahun 2004 sebagai sarana melintasi pegunungan Alpen ketika gletser di pegunungan mulai mencair. Sebab saat gletser Alpen mencair maka jalan satu-satunya yang dapat dilewati turis adalah melalui jembatan gantung ini. Struktur jembatan gantung ini dibuat berdasarkan jembatan tali tradisional Nepal, meskipun begitu jembatan ini cukup aman untuk dilewati para pejalan kaki.


4. Carrick-a-Rede Rope Bridge, Irlandia – Jembatan Para Nelayan Lokal Irlandia

Carrick-a-Rede Rope Bridge terletak di Whitepark Road, Ballintoy, County Antrim, Irlandia Utara merupakan jembatan gantung yang menghubungkan dua bukit yang terpisah jurang sedalam 30 meter. Jembatan ini dibangun untuk memfasilitasi para nelayan yang ingin mengecek tangkapan ikan salmon dalam jaring yang sudah dipasang sebelumnya.


Namun karena keunikan dan keindahannya kini banyak wisatawan yang mengunjungi jembatan gantung ini. Bahkan Carrick-a-Rede Rope Bridge menjadi salah satu tempat wisata populer dikalangan traveler. Di jembatan ini juga sering menjadi tempat berbagai atraksi berbahaya oleh para traveler termasuk penduduk lokal yang melakukan aksi berdiri dengan terbalik menggunakan tangan di tengah jembatan.


5. Kokonoe “Yume” Grand Suspension Bridge, Jepang – Jembatan Setinggi 390 meter di Jepang

Bagaimana perasaan kalian jika berjalan melintasi jembatan yang menggantung setinggi 390 meter? pasti ngeri sekali jika kita adalah orang yang takut akan ketinggian. Tapi jembatan ini bisa jadi destinasi favorit bagi traveler pecinta wisata ekstrim. Adalah Kokonoe “Yume” Grand Suspension Bridge sebuah jembatan gantung setinggi 390 meter yang dibangun di 1208 Tano, Kokonoe machi, Kusu-gun, Oita, Jepang.


Jembatan yang dibangun pada tahun 2006 ini tidak hanya menyuguhkan keindahan arsitektur jembatan namun juga pemandangan sekitar yang luar biasa. Para traveler dapat melihat langsung keindahan air terjun Shindonotaki saat melintasi jembatan ini. Selain itu jika traveler lelah berjalan melintasi jembatan bisa langsung berendam di pamandiar air panas di dekat area jembatan. Seru bukan!

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Senin, 03/11/2014 - 09:24 WIB
Selasa, 04/11/2014 - 18:10 WIB
Jumat, 21/11/2014 - 10:12 WIB
Selasa, 18/11/2014 - 10:11 WIB
Senin, 17/11/2014 - 11:57 WIB
Sabtu, 08/11/2014 - 06:28 WIB
Selasa, 11/11/2014 - 08:45 WIB
Rabu, 19/11/2014 - 09:50 WIB
Senin, 17/11/2014 - 09:49 WIB
Minggu, 02/11/2014 - 10:58 WIB
Rabu, 05/11/2014 - 11:17 WIB
Kamis, 06/11/2014 - 13:51 WIB
Minggu, 09/11/2014 - 10:36 WIB
Jumat, 28/11/2014 - 08:48 WIB
Kamis, 20/11/2014 - 13:12 WIB