Hermitage Museum Terbesar di Dunia
Kamis, 20/11/2014 - 13:12 WIB
 
 
Jakarta -

Menuntaskan kunjungan ke 4.000 kamar di Museum Hermintage kita butuh waktu 15 tahun! Memang, ada yang bilang museum terbesar di dunia adalah Louvre di Paris, Perancis. Silakan saja, karena masing-masing saling mengunggulkan seperti tercantum di buku petunjuknya. Museum Hermitage disebut The greatest museum in the ptanet, The most representative museum in the world. Kenyataannya nya memang demikian.


Dibangun Seorang Ratu

Kota St. Petersburg dibangun oleh Raja atau Tsar Peter The Great dan dijadikan ibu kota pada tahun 1732. Peter The Great punya seorang putri yang kemudian menjadi ratu, Tsarina Elizabeth Petrovna, yang memerintahkan pembangunan istana musim dingin. Pelaksananya adalah arsitek dari Italia, Fransesco Bartolomeo Rastrelli. Istana Hermitage dibangun secara bertahap mulai tahun 1754, tidak langsung dibangun sebesar seperti sekarang ini. Ada empat bagian terbesar bangunan yang kemudian dijadikan satu dengan memakan waktu pembangunan hampir 100 tahun,1754-1851,dengan arsitek yang berbeda pula.


Bangunan pertama Winter Palace (1754-1762), kemudian Small Hermitage diarsiteld orang PeranasJRusia, Jean Saptiste Vallin dan Yury Velten, 1764-1775. Dilanjutkan Old Hermitage 1771-1787 oleh Yury Veften. Bersama arsitek Italia, Giacomo Quarenghi, Yury mendesain Hermitage Theatre 1783-1787. Disempurnakan lagi oleh arsitek Jerman, Leo van Klenze, yang melengkapinya dengan New Hermitage 1842-1851.


Pada periode pembangunan itu Tsarina mempunyai putra, Tsar Peter III. Istri Tsar Peter III ini yang selanjutnya menjadi ratu Rusia paling terkenal dalam sejarah Dinasti Romanov, Tsarina Catharina The Great. Dari Catharina inilah cikal bakal museum yang kelak terkenal di dunia karena kegemaran ratu ini mengumpuIkan benda-benda seni dari seluruh dunia. Semua koleksi itu ditempatkan di istana musim dingin Hermitage.


Dimulai tahun 1764, ketika Catharina membeli 225 1ukisan hasil karya seniman-seniman besar Eropa dari seorang saudagar asal Jerman di Berlin. Selanjutnya bukan hanya lukisan yang diburu oleh Catharina, tetapi benda benda seni lainnya, seperti patung, artifak medali, lampu kristal, serta perlengkapan istana. Kini semua menjadi koleksi Hermitage. Semuanya masih utuh. Ketika komunis menang di tahun 1917, semua barang peninggalan Dinasti Romanowi itu tidak diutik-utk, meski Tsar Rusia yang terakhir, Nicholas, bersama seluruh keluarganya dibunuh.


Koleksi Lukisan

Seperti halnya di museum terkenal di Eropa, koleksi paling berharga di Hermitage adalah lukisan-lukisan dari seniman-seniman besar. Museum Louvre di Paris mempunyai primadona, lukisan Monalisa karya Leonardo Da Vinci. Di Hermitage, karya Da Vinci yang melukiskan kisah-kisah suci, Madonna and Child, gambaran Bunda Maria dan kanak-kanak Yesus, juga yang menjadi primadona. Goresan tangan seniman besar Italia itu memang terkenal kalau menorehkan gambar wajah wanita. Gambaran wajah wanita dengan pribadi sederhana, tulus, suci, teduh, dengan sorot mata redup penuh pengayoman. Da Vinci tak ada duanya.


Di museum itu ada pula buah karya seniman besar lain, seperti Raphael, Michael Angelo, Peter Paul Ribens, Frarsisco Goya, Vincent Van Gogh, Rembrandt, Titian, Christhoper Unterberger, Anthony Van Dick, dan masih banyak lagi. Semua punya ciri tersendiri, dan bisa kita lihat di museum ini. Bahkan, karena kekaguman kepada Raphael, salah satu arsitek/pematung/pelukis agung asal Italia itu, Ratu Catharina membangun duplikat bangunan tersendiri di Hermitage yang diberi nama Raphael Block. Meniru persis ruang Raphael di museum Vatikan. Semua koleksi hasil karya Raphael tersimpan di sini.


Koleksi lukisan berharga ini pernah diungsikan ke pegunungan Ural ketika Rusia diserbu Jerman di Perang Duniai II (939-1945), agar tidak dijarah. Berakhimya PD II pada 1945, lukisan-lukisan itu dikembalikan lagi oleh pemerintah Rusia di tempatnya semula. Hermitage pun dibuka untuk umum kembali. Hermitage dinyatakan sebagai museum pada tahun 1918 oleh pemerintah komunis usai kemenangan Revolusi Bolsevijk 1917. Sungguh, Hermitage ini merupakan monumen bersejarah. Selain bagi bangsa Rusia, juga sejarah dunia.

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Senin, 03/11/2014 - 09:24 WIB
Selasa, 04/11/2014 - 18:10 WIB
Jumat, 21/11/2014 - 10:12 WIB
Selasa, 18/11/2014 - 10:11 WIB
Senin, 17/11/2014 - 11:57 WIB
Sabtu, 08/11/2014 - 06:28 WIB
Selasa, 11/11/2014 - 08:45 WIB
Rabu, 19/11/2014 - 09:50 WIB
Senin, 17/11/2014 - 09:49 WIB
Minggu, 02/11/2014 - 10:58 WIB
Rabu, 05/11/2014 - 11:17 WIB
Kamis, 06/11/2014 - 13:51 WIB
Minggu, 09/11/2014 - 10:36 WIB
Jumat, 28/11/2014 - 08:48 WIB
Kamis, 20/11/2014 - 13:12 WIB