Inggris Gelar Misi Militer Bantu Kurdi Perangi ISIS
Rabu, 20/08/2014 - 12:00 WIB
 
 
Jakarta -
Inggris telah mengonfirmasi bahwa negaranya akan menggelar misi militer ke Irak. Menteri Pertahanan Inggris, Michael Fallon mengungkapkan bahwa keterlibatan Inggris dalam misi milter di Irak dapat berlangsung hingga beberapa pekan atau bulan. Menurutnya misi militer ini merupakan bantuan kemanusiaan bagi Irak serta untuk membantu menghentikan teror dari ISIS .
 
Michael Fallon mengutarakan hal tersebut di hadapan pasukan Inggris ketika melakukan kunjungan ke pangkalan angkatan udara Inggris di Akrotiri, Siprus. "Kami ingin membantu pemerintah baru Irak dan pasukan Kurdi. Kami ingin membantu mereka untuk menghentikan operasi militer dan aksi teror kelompok IS," kata Michael Fallon, seperti dilansir dari laman BBC.
 
Menurut Fallon, angkatan udara Inggris akan melakukan misi penerbangan untuk mengumpulkan data intelijen tentang aktivitas kelompok militan ISIS atau yang juga dikenal sebagai Daulah Islamiyah atau Islam State (IS / Negara Islam) di Irak.
 
militer inggris bantu irak
sumber: bbc.co.uk/indonesia 
 
Pernyataan Menteri Pertahanan Inggris ini dikeluarkan setelah Perdana Menteri Inggris, David Cameron, mengeluarkan peringatkan bahwa Inggris akan menjadi sasaran serangan ISIS selanjutnya. Menurut David Cameron, upaya kemanusiaan dalam krisis di Irak saat ini tidak cukup dan "pendekatan keamanan" diperlukan.
 
Sementara itu PBB akan meluncurkan bantuan untuk mengungsi di wilayah Irak Utara dan menyebutnya sebagai salah satu ‘operasi bantuan terbesar’ selama ini. Kepastian pemberian bantuan bagi 500.000 pengungsi di Irak Utara akibat serangan ISIS diumumkan oleh Badan Pengungsi PBB (UNHCR) pada Selala (19/08//2014) kemarin.
 
"Ini merupakan operasi bantuan yang sangat penting dan tentunya salah satu yang terbesar yang pernah saya ingat selama ini," kata juru bicara UNHCR, Adrian Edwards di Jenewa, seperti dikutip dari BBC.
 
Bantuan kemanusiaan berupa tenda dan barang-barang keperluan lain akan diangkut lewat udara selama empat hari mulai Rabu (20/08/2014) ke Arbil, Irak, dari Aqaba di Yordania. Pengiriman dengan jalur udara ini akan diikuti dengan pengiriman bantuan lewat darat dari Turki dan Yordania. Sedangkan bantuan lewat laut akan dilakukan dari Dubai melewati Iran.
 
isis
sumber: bbc.co.uk/indonesia  
 
ISIS yang dikenal sebagai kelompok Islam Sunni ekstrim berusaha merebut daerah-daerah di wilayah Irak Utara untuk membangun ‘negara Islam baru berdasarkan kekhalifahan’. Militan ISIS tak segan membunuh warga sipil yang membelot dan tak patuh pada perintah mereka. Hal ini yang membuat gelombang pengungsi semakin besar guna menghindari kelompok ekstrimis ini. Setelah sempat menguasai bendungan terbesar Irak yang terletak di Mosul, pada 17 Agustus lalu pasukan Kurdi yang dibantu pasukan udara AS berhasil merebut kembali bendungan tersebut.

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-