Institut Kesenian Jakarta; Universitas Seni Penuh Sejarah
Selasa, 04/11/2014 - 17:31 WIB
 
 
Jakarta -

Sobat Souja pasti pernah mendengar IKJ? Ya, Institut Kesenian Jakarta sudah memiliki nama sebagai universitas khusus seni yang telah banyak mencetak seniman-seniman terkenal di Indonesia. Untuk lebih membuat sobat merasa familiar dengan universitas satu ini, berikut penjelasan selengkapnya.

SEJARAH IKJ

Jakarta sebagai sebuah kota telah memiliki sejarah kesenian yang panjang. Berbagai peristiwa budaya telah mewarnai kehidupan Jakarta sebelum dan sewaktu kolonialisme berlangsung di Indonesia. Menjelang kemerdekaan, di Jakarta terjadi gerakan-gerakan yang mencerminkan kesadaran nasional sebagai reaksi atas keterbelakangan dalam bidang pendidikan dan kebudayaan akibat penjajahan.

Jakarta selalu akrab dengan kesenian dan seniman. Para seniman Jakarta telah tampil sebagai perintis budaya nasional selama masa perjuangan kemerdekaan. Mereka selalu berperan dalam berbagai gejolak politik yang terjadi di tanah air, dan kemudian mereka tetap menjadi pelopor di bidang kesenian pada masa pembangunan. Jakarta, bersama Bandung dan Jogyakarta merupakan kota budaya, dimana gagasan-gagasan seni dilahirkan dan dikembangkan, dan arah perkembangan kesenian Indonesia ditentukan.

Sebelum Sunda Kelapa menjadi Bandar kerajaan Hindu Pajajaran di awal abad 16, daerah Jakarta telah menjadi tuan rumah tempat berlabuh berbagai pengaruh budaya, baik dari luar Nusantara, maupun dari berbagai daerah di tanah air, Warna seni Hindu, Budha, Islam, Belanda, Inggris dan Portugis telah berbaur dalam berbagai bentuk seni di Jakarta. Kini, Jakarta telah menjadi kota budaya yang selalu terbuka dan cepat tanggap akan perkembangan dan kreasi kesenian terbaru dari luar.

Jakarta juga punya tradisi panjang menjadi tuan rumah bagi berbagai bentuk seni daerah yang dibawa oleh para pendatang, sehingga akulturasi budaya menjadi realitas hidup yang dinamis. Gairah mencipta selalu ada di Jakarta, dan tidak pernah berhenti. Jakarta adalah pintu gerbang dan kancah, tempat bertemunya seni daerah dan dunia serta tempat lahirnya seni nasional Indonesia.

Menyimak rangkaian peristiwa budaya yang telah terjadi dan tengah berlangsung, adalah merupakan suatu ironi bahwa sampai tahun 1967 kota Jakarta belum mempunyai lembaga yang berwibawa, yang bisa menjadi wadah tempat berbagai wujud kesenian diciptakan, dikembangkan, dikaji dan dipentaskan. Kesenian adalah kebutuhan spiritual dan santapan jiwa, yang sangat dibutuhkan oleh Jakarta yang senantiasa sibuk dengan berbagai persoalan sosial, politik dan ekonomi.

Diresmikannya Pusat Kesenian Jakarta, Taman Ismail Marzuki pada tanggal, 10 November 1968 merupakan peristiwa bersejarah yang sangat membesarkan hati para seniman dan budayawan Jakarta. Kemudian dengan dibukanya kampus baru Lembagai Kesenian Jakarta oleh Presiden Suharto pada tanggal, 25 Juni 1976 di kompleks yang sama, kelengkapan Jakarta sebagai kota perintis dan pelopor seni dan budaya telah terpenuhi. Di kampus ini para pemuda akan ditempa dan dididik untuk menyongsong masa depan mereka, dan untuk menentukan masa depan kesenian di Indonesia.


VISI DAN MISI IKJ

VISI

IKJ adalah Perguruan Tinggi Kesenian yang terkemuka dan berkualitas yang berwawasan sejarah dan berakar pada budaya di Indonesia, aktif mengembangkan prinsip keterbukaan, kebebasan berpikir dan berkarya, tanggap pada dinamika sosial budaya guna menunjang tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

MISI

1. Menyiapkan peserta didik untuk memiliki kemampuan akademik dan keterampilan profesional di bidang seni sebagai pelaku, pencipta, pemikir dan atau pengkaji, pengelola yang peka terhadap lingkungan dan perubahan budaya global.
2. Mengembangkan dan menyebarluaskan seni, ilmu pengetahuan dan teknologi bagi peningkatan taraf dan mutu kehidupan masyarakat serta memperkaya kebudayaan Indonesia.
3. Menjadi pusat penelitian dan pengembangan seni, ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kepentingan dunia seni akademik serta masyarakat Indonesia.

LOKASI 

Sebagai sebuah kampus seni Institut Kesenian Jakarta terletak di sebuah tempat yang sangat strategis dan mendukung kehidupan berkesenian yang ilmiah. Berada di Pusat Kesenian Jakarta yang lebih dikenal oleh masyarakat sebagai TIM (Taman Ismail Marzuki). IKJ terletak di bagian Timur apabila di lihat dari pintu masuk utama TIM atau persisnya di belakang gedung Graha Bakti Budaya.

Didirikan di atas lahan seluas 1,6 hektar, IKJ memiliki empat kelompok gedung utama seluas 6000 m2 yaitu:
• Gedung Fakultas Film dan Televisi
• Gedung Fakultas Seni Pertunjukan
• Gedung Fakultas Seni Rupa
• Gedung Rektorat

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-