KIH dan KMP Berdamai di DPR
Selasa, 11/11/2014 - 11:28 WIB
images-artikel/kecil/kmp kih.jpg
Sumber: analisadaily.com
 
 
Jakarta -

Setelah lama berseteru, kubu Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan juga Koalisi Merah Putih (KMP) yang duduk di kursi dewan akhirnya berdamai. Hal ini terjadi setelah kedua kubu di DPR ini sepakat untuk menambah 16 pimpinan komisi dan badan DPR. Pasca kesepakatan tersebut, maka komposisi pimpinan alat kelengkapan DPR kini menjadi satu ketua komisi dan empat orang wakil, dari sebelumnya satu ketua dan tiga orang wakil komisi.

"Ada 16 pimpinan baru yang diisi oleh KIH semua," kata wakil ketua DPR dari Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah, seperti dikutip dari laman BBC. Namun untuk merealisasikan ini, Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih harus mengubah Undang-Undang MD3 yang mengatur mengenai jumlah pimpinan di DPR.

"Caranya dengan mengubah tata tertib dan MD3 karena memang pokok pangkal persoalannya adalah keterwakilan pimpinan di dalam DPR," kata politisi PDIP, Pramono Anung di Jakarta.

Rekonsiliasi ini menjadi penutup pertikaian yang terjadi di DPR sejak akhir Oktober dimana puncaknya adalah pembuatan DPR tandingan oleh KIH. Menurut pengamat tata negara, Refly Harun, rekonsiliasi antara KIH dan KMP ini dapat membuat KIH untuk ikut mengatur agenda DPR.

"Mereka (KIH) ingin ikut juga menentukan arah-arah dari alat kelengkapan tersebut," ujar Refly.

"Nah, kalau mereka sudah masuk dalam pimpinan, maka kemudian mereka bisa jaga, agenda-agenda yang dipertarungkan itu adalah agenda yang secara teoritis mungkin akan bisa mereka kawal secara baik," kata Refly seperti dikutip dari BBC Indonesia. 

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Kamis, 03/05/2018 - 07:43 WIB
Rabu, 02/05/2018 - 04:28 WIB
Selasa, 01/05/2018 - 07:02 WIB