Ketika Sosial Media Jadi Boomerang Bagi Karir
Rabu, 01/10/2014 - 11:30 WIB
images-artikel/kecil/social media.jpg
Sumber: thecareerchronicles.com
 
 
Jakarta -

Kehadiran sosial media di tengah-tengah masyarakat memiliki manfaat yang positif dan juga negatif. Pasti sobat Souja pernah mendengar seseorang dipecat dari pekerjaannya hanya karena menuliskan sesuatu di akun jejaring sosial miliknya.
 
Jika sobat Souja termasuk yang suka menumpahkan segala unek-unek melalui sosial media, ada baiknya mulai saat ini harus lebih bijak. Dilansir dari website CareerBuilder, Senin (29/92014) banyak kasus pemecatan terhadap karyawan dikarenakan menuliskan status di sosial media yang dianggap merugikan perusahaan. 
 
Dengan begitu banyaknya sosial media yang dimiliki setiap orang, terkadang para karyawan tidak sadar dan tidak bijak dimana harus mencurahkan isi hatinya mengenai kehidupan pribadi dan juga kehidupan profesionalnya. Pemakaian bahasa yang santun juga kurang diperhatikan karyawan jika menulis sesuatu yang berhuubungan dengan pekerjaan maupun perusahaan tempatnya bekerja.
 
Apalagi saat ini ternyata banyak HRD perusahaan yang menilai perilaku karyawan bukan hanya dari kegiatan dan kinerjanya di dalam kantor, tetapi juga etika karyawan saat bersosialisasi menggunakan sosial media . Berikut ini ada tips untuk menulis status di sosial media yang bijak bagi para karyawan.
 
1. Buatlah status dengan kata-kata yang santun, bukannya menggunakan kata-kata yang keras dan tidak sopan sehingga bisa merusak citra sobat.
 
2. Jika kebetulan sobat izin sakit ke kantor, jangan pula meng-update status sedang berada di tempat ini, misalnya mall, restoran dan sebagainya. Padahal seharusnya jika sobat beneran sakit seharusnya istirahat di rumah saja. 
 
3. Janganlah membuat status yang berhubungan dengan perusahaan, apalagi sampai menuliskan nama perusahaan tersebut. Hal ini akan sangat fatal jika terlihat oleh pihak HRD yang bisa menurunkan citra sobat di kantor secara drastis.
 
 
Menggunakan sosial media untuk mencurahkan isi hati dan berinteraksi dengan orang lain adalah hak semua orang. Namun ada baiknya sobat Souja lebih bijak dalam menyikapinya karena tidak bisa dipungkiri bahwa kehadiran sosial media juga bagian tak terpisahkan dari kehidupan profesional seseorang.

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Jumat, 21/09/2018 - 17:32 WIB