Paripurna DPR Kembali Ricuh
Rabu, 29/10/2014 - 15:46 WIB
 
 
Jakarta -

Kericuhan saat sidang paripurna anggota dewan kembali terulang. Setelah sebelumnya kita semua bisa menyaksikan kegaduhan ruang rapat dewan pada saat pemilihan ketua DPR dan juga MPR, kini hal yang serupa terjadi lagi bahkan sampai-sampai ada anggota fraksi yang menggulingkan meja rapat!

Sidang paripurna yang diadakan Selasa, 28 Oktober 2014 memiliki agenda untuk menetapkan anggota fraksi di alat kelengkapan DPR. Fraksi PPP adalah yang terlihat cukup mendominasi jalannya paripurna kemarin dengan menghujani pimpinan sidang berbagai interupsi. Bahkan salah satu anggota fraksi PPP yang ikut rapat, Hasrul Azwar sampai menjatuhkan meja rapat yang membuat mikrofon, botol air minum dan  papan nama berserakan di lantai.
 
ricuh sidang dpr
sumber: tribunnews.com 

Berikut ini adalah pemicu kericuhan tersebut :
 
1. Adanya penetapan sepihak nama-nama anggota Fraksi PPP oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Agus Hermanto yang menjadi pimpinan rapat paripurna. Menurut dia, daftar nama yang diterima pimpinan DPR itu berdasarkan Surat Keputusan yang sudah diteken oleh Ketua Umum PPP, Suryadharma Ali. "Karena tidak ada pertanyaan kami sahkan daftar nama dari PPP," kata Agus di DPR, Selasa, 28 Oktober 2014.

2. Keputusan itupun kemudian menuai protes dari anggota DPR lainnya. "Surat keputusan yang diterima pimpinan DPR itu bodong karena tidak ditandatangani Sekretaris Jenderal Romahurmuziy, tidak hanya ketua umum," kata Ketua Fraksi PPP di DPR Hazrul Azwar dalam interupsinya. Selain itu, ia juga menilai Agus tidak memiliki kapasitas memimpin sidang. "Pimpinan DPR kan tahu PPP masih konflik, mestinya mereka mengundang dua kubu yang tengah berkonflik terlebih dahulu untuk membicarakan surat tersebut," ujarnya. "Pimpinan tak perlu mencampuri urusan internal, saya masih ketua fraksi PPP yang sah," kata dia. Menurut dia, Agus tidak etis karena hanya mengakui satu pihak. 

Hasrul bahkan sempat mendatangi pimpinan DPR menunjukkan surat dari Kementerian Hukum dan HAM yang mengesahkan Muktamar ke-8 PPP di Surabaya sebagai kepengurusan PPP yang sah. Surat itu ditandatangani Menkumham yang baru, Yasonna Laoly tertanggal hari ini, 28 Oktober 2014. Agus Hermanto lalu menyatakan menerima surat tersebut dan akan memprosesnya. Namun, anggota fraksi PPP dari kubu Suryadharma Ali, Epyardi Asda menyanggah pendapat Hasrul yang masih meyakini bahwa Hasrul telah diberhentikan sebagai ketua fraksi PPP oleh Suryadharma Ali. Dalam surat yang dimiliki pimpinan DPR itu, Ketua Fraksi PPP versi Suryadharma Ali adalah Epyardi Asda. Di tengah perdebatan itu, anggota fraksi Golkar, Muhammad Misbakhun mendesak agar pimpinan DPR secara tegas memutuskan melanjutkan pemilihan pimpinan komisi meski ada fraksi yang belum menyerahkan nama.

kericuhan di sidang DPR
sumber: detik.com 

3. Hujan interupsi yang diajukan peserta rapat tidak direspon, Agus malah terlalu cepat mengetuk palu. Bahkan, pimpinan DPR itu juga tidak menoleh ke arah duduk fraksi PPP, padahal ada anggota fraksi partai itu yang juga mengajukan interupsi. Setelah palu itu diketok, beberapa politikus PPP di bagian depan menggulingkan dua meja sehingga mikrofon, papan nama, dan botol air kemasan pun terlempar.

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-