Saling Pecat Memecat di PPP
Senin, 15/09/2014 - 15:32 WIB
images-artikel/kecil/ppp.jpg
Sumber: republika.co.id
 
 
Jakarta -

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tak banyak berkomentar mengenai pemecatan dirinya oleh Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali. Sebagai informasi, Lukman dan 14 pengurus Dewan Pimpinan Pusat PPP lainnya dipecat oleh Suryadharma Ali melalui surat keputusan nomor 1358/KPTS/DPP/P/IX/2014. 

"Saya membatasi diri untuk tidak bicara soal itu, karena Sekretaris Jenderal Romahurmuziy yang jadi juru bicaranya," kata Lukman di Istana Negara (14/9/2014), seperti dikutip dari laman Tempo.
 
Lukman menyatakan PPP adalah partai milik bersama yang kepengurusannya harus berdasarkan kepada konstitusi dan anggaran dasar/anggaran rumah tangga. Lukman menilai pemecatannya tidak sah karena Suryadharma Ali telah terlebih dahulu diberhentikan dalam rapat pengurus harian minggu lalu. "Lihat saja nanti, pemecatan oleh Suryadharma itu seperti apa," ujarnya.

Menurut penjelasan Lukman, pemecatan hanya bisa dilakukan pada saat Muktamar PPP. Keputusan DPP PPP memecat sejumlah pengurus sifatnya ilegal dan justru tak berlandaskan AD/RT partai."Sikap resminya nanti dalam rapat pimpinan nasional," ujarnya.
 
Pemecatan 15 kader PPP dilakukan oleh Suryadharma Ali pada 14 September 2014. Saat itu, dia mengumpulkan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah dan Dewan Pimpinan Cabang PPP se-Jawa Tengah. Di dalam pertemuan tersebut, beredar surat keputusan tentang pemecatan 15 kader PPP Pusat. Surat bernomor 1359/KPTS/DPP/P/IX/2014 tersebut berisi pemecatan pengurus pusat beserta pengangkatan pengurus untuk mengisi posisi yang lowong.
 
Pemecatan ini merupakan bentuk perlawanan Suryadharma atas pelengseran dirinya. Kelima belas kader yang dicopot itu dianggap sebagai anggota yang mendorong pelengserannya. Kelima belas kader tersebut adalah Lukman Hakim Saifuddin, Emron Pangkapi, dan Suharso Monoarfa yang menjabat Wakil Ketua Umum PPP. Selain itu mantan Menteri Agam itu juga memecat Ketua PPP Ermalena Muslim, Reni Marlinawati, Aunur Rofik, Rusli Effendi, Yusroni Yazid, dan Hizbiyah Rohim. Dia juga mencopot Sekretaris Jenderal Romahurmuziy, Wakil Sekretaris Jenderal Joko Purwanto, Dini Mentari, Siti Nurmila Muslih, dan Siti Maryam Thawil serta Mahmud Yunus yang menjabat sebagai Bendahara Umum.

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Jumat, 01/02/2019 - 09:32 WIB
Kamis, 07/02/2019 - 09:17 WIB
Jumat, 01/02/2019 - 09:33 WIB