Waduh, Sea World Disegel!
Rabu, 01/10/2014 - 15:13 WIB
images-artikel/kecil/sea-world.jpg
Sumber: tripadvisor.ie
 
 
Jakarta -

Kabar mengejutkan datang dari salah satu atraksi wisata kebanggaan Jakarta, bahkan Indonesia, yaitu Sea World. Wahana wisata Sea World yang berada di Taman Impian Jaya Ancol tidak bisa dikunjungi lagi sejak 27 September 2014. Seluruh fasilitas yang terdapat didalamnya itu disegel oleh PT Pembangunan Jaya Ancol karena ada masalah kontrak yang belum diselesaikan.

Terlihat pagar besi membentengi wahana seluas 3 hektare itu. Ada juga satpam yang berjaga di depan pintu masuk yang melarang pengunjung untuk masuk ke dalam Sea World. "Sea World tutup, tidak boleh masuk," kata seorang satpam kepada setiap pengunjung yang berniat masuk ke wahana itu, seperti dikutip dari laman Tempo.
 
Sea World Indonesia
sumber: marischkaprudence.blogspot.com 

Selain dipagari, ada juga spanduk persegi berwarna putih yang dipasang dalam jarak beberapa meter di sepanjang pagar itu. Spanduk itu tertulis bahwa terhitung 18 Agustus 2014 PT Pembangunan Jaya Ancol menutup Sea World untuk umum.

Presiden Direktur Sea World, Yongki Salim mengatakan pemagaran dilakukan sepihak oleh PT Pembangunan Jaya Ancol sejak Sabtu, 27 September lalu. "Sea World tidak pernah menutup operasional, melainkan Ancol secara sepihak mencegah pengunjung masuk ke sini," ujar Yongkie, seperti dikutip dari laman Tempo.
 
Sea World Indonesia
sumber: jakarta.panduanwisata.com 
 
Menurut penjelasan Yongkie kepada Tempo, Sea World saat ini sedang menunggu keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara tentang kejelasan kontrak dengan PT Pembangunan Jaya Ancol. Kontrak pengelolaan eksklusif dimiliki Sea World sejak 1994 untuk jangka waktu 20 tahun. Permohonan perpanjangan kontrak pun telah diajukan Sea World sejak 2011, jauh lebih awal dari ketentuan perjanjian yang mensyaratkan perpanjangan kontrak diajukan selambat-lambatnya setahun sebelum kontrak berakhir. Namun, permohonan itu diabaikan Manajemen Jaya Ancol. Sebagai respon, Ancol justru memasukkan gugatan ke Badan Arbitrase Nasional Indonesia untuk menuntut hak kepemilikan Sea World. Tuntutan itu dimenangkan Ancol pada Juni 2014 lalu.

Meski pengunjung tak lagi diperbolehkan masuk, Yongki memastikan Sea World tetap beroperasi seperti biasa. Karyawan tetap bekerja dan perawatan satwa di dalam Sea World tetap dilakukan. "Kami akan terus beroperasi hingga ada kejelasan putusan dari pengadilan negeri," ujar Yongkie.
 
Sea World Indonesia
sumber: jakarta.panduanwisata.com 
 
Selain itu, Sea World juga tetap berhias menjelang Idul Adha dengan memasang pernak pernik khas Idul Adha."Kami berkomitmen tetap memberikan layanan seperti biasa walaupun sedang dalam situasi ini. Makanya, kami tetap menghias Sea World dengan ornamen-ornamen Idul Adha," kata Yongki Salim, Presiden Selasa, 30 September 2014, seperti dikutip dari laman Tempo.

Yongki menerangkan, pihaknya tidak akan menghentikan pengoperasian Sea World hingga Pengadilan Negeri Jakarta Utara mengeluarkan putusan tentang status mereka. "Pengunjung yang berhasil melewati satpam Ancol di depan akan tetap kami layani seperti biasa," ungkapnya.

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Sabtu, 01/09/2018 - 05:41 WIB
Minggu, 09/09/2018 - 06:23 WIB
Selasa, 11/09/2018 - 22:28 WIB
Minggu, 02/09/2018 - 09:56 WIB
Rabu, 05/09/2018 - 04:12 WIB
Rabu, 12/09/2018 - 11:25 WIB