Apa Akibat Dari Mencela Penampilan Sendiri?
Sabtu, 25/08/2018 - 10:22 WIB
images-artikel/kecil/bully.jpg
Sumber: HealthyPlace
 
 
Jakarta -

Halo Sobat Souja, body shaming merupakan perilaku destruktif yang dampak negatifnya baru benar-benar disadari dalam satu dekade terakhir. Perhatikan saja berapa banyak pria dan wanita yang memiliki rasa rendah diri atau bahkan mengalami gangguan pola makan karena kerap mendapatkan body shaming.


Body shaming diartikan sebagai perbuatan mencela atau mengolok-olok bentuk tubuh. Konsep body shaming digunakan seseorang untuk mengkritik tubuhnya sendiri atau orang lain.


Seseorang bisa dianggap melakukan tindak body shaming lewat beberapa cara, salah satunya dengan membandingkan diri sendiri dan orang lain, "Aku sangat jelek dibandingkan dirinya." Ungkapan body shaming juga bisa ditujukan terhadap penampilan orang lain.


1. Dipicu rasa malu atas penampilan dan bentuk tubuh


Studi berjudul The Relationship between Body Shame, Self-Esteem, and Depression pada 2017 mengungkap, tindakan mempermalukan diri sendiri secara fisik dipicu oleh rasa malu. Hal ini akibat seseorang tidak dapat menghargai penampilannya sendiri, hingga muncul pandangan buruk terhadap diri sendiri.


"Padahal, kepuasan penampilan tubuh dapat meningkatkan harga diri serta kualitas hidup," tulis peneliti Irene Teo dari Health Psychology Research Group, University of Houston, Texas, Amerika Serikat dalam laporan hasil studinya, ditulis Rabu (8/8/2018).


Ketidakpuasan terhadap citra tubuh sering kali menyasar usia yang lebih muda, terutama wanita. Tekanan untuk memenuhi citra bentuk tubuh ideal kemungkinan lebih banyak dialami oleh wanita.


2. Dapat menggerogoti kebahagiaan


Laporan penelitian Teo juga mengungkapkan bahwa tindakan body shaming dapat membuat seseorang depresi. Perlu diketahui, depresi merupakan satu bentuk gangguan kejiwaan yang sering disepelekan oleh manusia modern. Namun urgensi dalam penanganannya sering diabaikan oleh si penderita sendiri, hanya karena kondisi ini masih digolongkan sebagai mental disorder (gangguan kejiwaan), bukan mental illness (penyakit kejiwaan).


Body shaming menyebabkan rasa malu terhadap bentuk tubuh begitu tinggi sehingga depresi pun meningkat. "Rasa malu terhadap tubuh yang lebih besar berujung pada menurunnya harga diri wanita, lebih rendah. Akibatnya, depresi meningkat," Irene melanjutkan.


Laman Walden Eating Disorders Treatment menyebut, body shaming seakan menjadi bukti bahwa keberadaan seseorang semata-mata hanya dinilai secara fisik.


3. Jangan dipendam saja!


Ketika menghadapi situasi body shaming, sebaiknya ungkapkan perasaan yang sebenarnya daripada ucapan berupa kritik terhadap fisik. Ini dapat menjadi langkah pertama yang positif.


"Tapi beberapa klien mengakui, sulit untuk mengekspresikan rasa frustrasi, tanpa menggunakan ungkapan yang menghina bentuk tubuh. Ini menjadi ucapan yang spontan," kata ahli klinis Adolescent IOP Clinician di Waldens Braintree, Erika Vargas.


Sebetulnya, Anda bisa menghadapi kritikan maupun ejekan soal tubuh sendiri dari orang lain. Tak perlu cemas dan terganggu. Begitu juga saat teman, kerabat, dan rekan kerja mengolok-olok tubuh orang lain. "Berbincanglah dengan mereka. Bantu mereka untuk meyakinkan, seandainya tubuh mereka yang diejek orang lain, tentu rasanya juga menyakitkan," Erika menambahkan.


4. Fokus pada self-care dan poin-poin positif yang Anda miliki


Yang terpenting, Anda harus bisa menemukan sesuatu yang Anda sukai tentang tubuh sendiri. Perhatikan bagian tubuh dan cara perawatan yang baik. Misal, temukan cara membuat bulu mata lebih panjang dan gigi lebih putih.


"Rasanya menyenangkan bisa melawan ejekan soal tubuh dari orang lain. Intinya, temukan sesuatu secara fisik yang membuat Anda jadi bahagia tiap hari," ujar Erika.


Ada juga cara lain yang lebih jitu menghadapi body shaming. Anda dapat berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Fokuslah pada self-care dengan menjaga kesehatan diri. Misalnya dengan mencoba menjalani gaya hidup sehat. Makan makanan yang bergizi baik, rajin merawat diri, dan melakukan hal-hal yang bisa membuat Anda merasa gembira. Dengan begitu Anda akan merasa lebih baik tanpa perlu validasi dari orang lain.

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-