Apa Saja Kartun Yang Menyimpan Kontroversial?
Rabu, 03/08/2016 - 09:42 WIB
images-artikel/kecil/Animasi Kartun Hello Kitty.png
Sumber: gambar-animasiku.blogspot.com
 
 
Jakarta -

Halo Sobat Souja, sejak kecil, kita semua tumbuh ditemani dengan berbagai kartun favorit di layar kaca maupun layar lebar. Biasanya tokoh kartun tersebut kita sukai karena lucu, menghibur sekaligus mendidik. Tampilan bentuk yang lucu dipadu dengan warna-warna yang menarik membuat tak ada anak-anak yang abai terhadap keberadaan kartun yang hampir setiap hari muncul di televisi.


Sampai saat ini pun, memori nostalgia tentang kartun-kartun minggu pagi tetap jadi ingatan kita hingga dewasa. Meski demikian, ketika kecil kita tidak sadar bahwa banyak sekali karakter kartun yang jadi kontroversi di kalangan orang dewasa.


Berikut beberapa kartun yang ternyata mengukir kontroversi dibalik kelucuan dan keunikan karakternya.


1. Hello Kitty


Pada 2014 silam, Sanrio yang merupakan perusahaan pembuat karakter Hello Kitty, menimbulkan kontroversi karena membuat pernyataan bahwa Hello Kitty ternyata bukanlah seekor kucing. Alih-alih, Hello Kitty adalah seorang gadis asal Inggris yang tinggal di London bersama keluarganya. Sontak para penggemar jadi kebingungan.


Para penggemar dan masyarakat pun akhirnya menyadari bahwa meski berbentuk seperti kucing, Hello Kitty berjalan dan duduk layaknya manusia berkaki dua. Selain itu Hello Kitty juga mempunyai kucing peliharaan yang bernama Charmmy Kitty, yang membuat masyarakat makin bingung mengapa ada kucing memelihara kucing.


Menurut Sanrio, ide ini muncul ketika di tahun 1970an, ketika para wanita Jepang sangat tergila-gila dengan kebudayaan Inggris. Ketika itu berbagai budaya pop dari negeri Ratu Elizabeth tersebut memang ditiru secara masif oleh para pemuda Jepang.


Tentu masyarakat dan para penggemar di seluruh dunia banyak yang menolak gagasan ini. Rasanya tak ada yang aneh dengan kucing yang berjalan dengan dua kaki, asalkan dia hanyalah sebuah karakter kartun. Sehingga tak perlu menjustifikasi bahwa ia adalah seorang manusia.


2. Crayon Shin-Chan


Kita tumbuh bersama Shinchan di setiap akhir pekan. Namun saat kita dewasa, barulah kita menyadari bahwa Shinchan sebenarnya punya perilaku yang tak sopan dan juga sedikit 'cabul.' Tentu hal ini sama sekali tak mendidik untuk anak. Bahkan di 2014 silam, KPI sempat memberhentikan tayangan Shinchan dari layar kaca. Meski tak dilarang pun, tayangan Shinchan di televisi cukup sulit diikuti ceritanya karena sudah terkena sensor dan pemotongan sana-sini.


Tak cuma di Indonesia, di India, Korea Selatan, serta Vietnam, karakter lucu ini juga terkena masalah. Di India, sebuah penelitian ilmiah bahkan dilakukan untuk meneliti efek tayangan Shinchan terhadap anak-anak. Dilansir dari Times of India, kenakalan tak wajar dari Shinchan sangat menarik bagi anak-anak dan menghasilkan efek setara 'high' layaknya orang dewasa yang mengonsumsi marijuana.


3. SpongeBob Squarepants


Dugaan masyarakat terhadap kartun SpongeBob yang memberi ajaran negatif pada anak benar-benar tak main-main. Tak cuma soal kekerasan dan kata-kata kasar yang sering muncul, kartun Nickelodeon ini bahkan dianggap membawa agenda homoseksualitas.


Hal ini dikarenakan penggambaran makhluk-makhluknya yang tak punya gender yang jelas, ataupun SpongeBob sendiri yang digambarkan lembut, periang, bertingkah berlebihan dan berhati emosional. Kreator dari Spongebob Squarepants, Stephen Hillenburg, membantah jika SpongeBob memamerkan gaya hidup homoseksualitas pada anak-anak.


Meski konsep ini banyak ditolak masyarakat, banyak pula yang menganggap hal ini serius. Berbagai adegan yang menonjolkan gambaran pelangi sebagai simbol LGBT dan banyaknya adegan SpongeBob dan Patrick yang bergandengan tangan memperkuat argumen ini.


Isu yang muncul pertama kali di Amerika Serikat ini akhirnya membuat negara-negara lain juga kelabakan untuk mencekalnya. Ukraina adalah yang paling getol mencekal SpongeBob, berdalih mempromosikan LGBT dan jadi media eksperimen sosial. Ukraina juga mencekal beberapa kartun dan acara anak Amerika Serikat, seperti The Simpsons, Family Guy, Pokemon, Teletubbies, dan Futurama.


Indonesia pun ikut memberi SpongeBob status 'hati-hati' dan memperingatkan stasiun televisi untuk tidak menampilkan adegan kekerasan dalam cerita SpongeBob.

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Jumat, 04/05/2018 - 15:39 WIB
Rabu, 02/05/2018 - 04:26 WIB
Kamis, 03/05/2018 - 07:41 WIB
Sabtu, 05/05/2018 - 07:35 WIB
Senin, 07/05/2018 - 14:12 WIB
Rabu, 02/05/2018 - 04:29 WIB
Senin, 07/05/2018 - 08:46 WIB
Senin, 07/05/2018 - 14:09 WIB
Kamis, 03/05/2018 - 07:38 WIB
Jumat, 11/05/2018 - 08:49 WIB
Rabu, 09/05/2018 - 11:21 WIB
Senin, 14/05/2018 - 11:25 WIB
Sabtu, 12/05/2018 - 10:50 WIB
Rabu, 16/05/2018 - 07:00 WIB
Jumat, 11/05/2018 - 08:43 WIB