Berlayarlah Menuju Pantai Harapan
Sabtu, 29/08/2015 - 08:19 WIB
 
 
Jakarta -

Kita adalah perahu kokoh yang sanggup menahan beban, terbuat dari kayu terbaik, dengan layar gagah menentang angin. Dengan kesejatian kita berlayar mengarungi samudra, menembus badai dan menemukan pantai harapan.


Sobat, Sehebat apapun perahu diciptakan tak ada gunanya bila hanya tertambat di dermaga karena dermaga adalah masa lalu kita. Tali penambat itu adalah ketakutan dan penyesalan kita.


Jangan buang percuma seluruh daya kekuatan yang dianugerahkan pada kita dan jangan biarkan masa lalu menambat kita di sini. Lepaskan diri kita dari ketakutan dan penyesalan. Berlayarlah. Bekerjalah.


Yang memisahkan perahu dengan pantai harapan adalah topan badai, gelombang dan batu karang dan yang memisahkan kita dengan keberhasilan adalah masalah yang menantang disitulah kita kesejatian teruji.


Hakikatnya perahu adalah berlayar menembus segala rintangan.
Hakikat diri kita adalah berkarya menemukan kebahagiaan.

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Sabtu, 01/09/2018 - 05:41 WIB
Minggu, 09/09/2018 - 06:23 WIB
Selasa, 11/09/2018 - 22:28 WIB
Minggu, 02/09/2018 - 09:56 WIB
Rabu, 05/09/2018 - 04:12 WIB
Rabu, 12/09/2018 - 11:25 WIB