Biarlah Tangis dan Tawa yang menjadi Saksi
Rabu, 23/03/2016 - 10:58 WIB
images-artikel/kecil/dinda.jpg
Sumber: soulofjakarta.com
 
 
Jakarta -


    “Suka ataupun duka rela aku lewati demi dirimu wahai kekasihku, Biarlah tangis dan tawaku menjadi saksi betapa aku sangat mencintai dirimu seutuhnya. Aku rela, ya sangat rela melewati semua asal itu untukmu” Tutur Kevin pada kekasih hatinya, Nadin. Baginya Nadin adalah segalanya dan segala hal dalam hidupnya membutuhkan Nadin. Begitu indahnya kisah cinta dua sejoli ini, rela menghadapi rintangan yang menerpa demi mempertahankan rasa kasih dan sayang. Hubungan sepasang kekasih yang amat romantis ini telah dijalin sejak tiga tahun yang lalu, akan tetapi tidak ada satupun hal yang berubah pada hubungan mereka. Semuanya masih tetap sama, sama indahnya saat pertama menjalin hubungan ini.

 

 

    Kevin adalah lelaki idaman setiap wanita, kesetiaannya memanglah patut diacungkan jempol. Beruntunglah Nadin menjadi perempuan kedua yang dicintai oleh Kevin setelah ibunya. “ Kevin, hari ini aku ada janji sama Tian. Ada tugas kelompok, jadi harus bareng dia. Jangan hubungi aku dulu ya hari ini, aku sibuk.” Jelas Nadin pada Kevin via telepon. “Hah?Tian?Cowok ya?” tentunya hal ini sangat mengejutkan Kevin, ia masih tidak percaya mendengar apa yang diucapkan oleh kekasih hatinya itu. “ Yaampun Kevin, Iya lah. Tian itu cowok, Cuma mau ngerjain tugas kok. Sudah dulu ya, dahh” Tanpa kompromi Nadin langsung mematikan teleponnya. Tercengang? Kaget? Bingung? Ingin marah? Ya, seperti itulah suasana hati Kevin saat itu. Tetapi ia sama sekali tidak bisa mengungkapkan rasa marahnya di hadapan Nadin, semua itu karena rasa sayangnya pada Nadin sangatlah besar dan ia sama sekali tidak ingin menyakiti hati kekasihnya itu melalui kata-kata. Berlalu sudah hari yang menjengkelkan itu, Akhirnya Kevin dan Nadin bertemu di taman dekat sekolah Nadin. Mereka berdua memang menuntut ilmu di sekolah yang berbeda tetapi hal itu bukanlah penghalang bagi mereka untuk bertemu. Berbeda sekolah?Lalu bagaimana cara mereka bisa bertemu bahkan menjalin hubungan yang spesial seperti sekarang ini? Mereka bertemu di SMP yang sama, dari pertemuan itu terjalinlah persahabatan diantara keduanya. Hingga pada akhirnya satu sama lain memiliki perasaan yang sama dan memutuskan untuk berpacaran, sungguh menakjubkan bukan? Berawal dari persahabatan hingga bisa menjalin hubungan yang lebih serius lagi.

 

 

“Kevin, aku seneng banget nilai ulangan harian pertama biologiku bagus, 98! 2 angka lagi menuju 100. yeayyy (Tersenyum senang)” Tak hanya cantik, Nadin juga merupakan gadis yang pintar dan juga berprestasi. Ia sering memenangkan perlombaan yang diikutinya, hal ini membuat semua orang di sekolah menjadi terkagum-kagum dengan pencapaian Nadin. Bukan hanya perempuan yang mengagumi Nadin, kini ada banyak sekali lelaki yang mengagumi Nadin mulai dari penggemar terang-terangan hingga penggemar rahasia.

 

 

“Wah keren, bagus dong..Pertahankan ya (ikut tersenyum bahagia)” Semua yang dirasakan oleh Nadin juga akan dirasakan oleh Kevin, begitulah prinsip Kevin. Berbeda dengan Nadin yang lebih menonjol di bidang akademik, Kevin memiliki keunggulan di bidang non akademik. Ia adalah kapten basket di sekolahnya. Tidak hanya itu, Kevin juga menguasai dunia tarik suara, ia juga ahli memainkan alat musik, itulah mengapa ia dikagumi oleh banyak perempuan disekolahnya. Tetapi meskipun begitu yang ada dihati Kevin hanyalah Nadin,  karena baginya tidak akan ada yang bisa menggantikan posisi Nadin dihatinya.

 

Di Siang hari yang cerah, tepatnya sepulang sekolah. Tanpa disangka-sangka terjadi pertengkaran yang amat hebat diantara dua sejoli itu. Dan yang lebih mengerikannya lagi yaitu ancaman Nadin kepada Kevin, Nadin mengancam ingin putus. Apa yang terjadi? Tentunya Nadin melakukan hal itu karena ada suatu hal buruk yang terjadi.

 

“Kevin, bisa anterin aku ke SMA Negeri 1 gak? Tolong dong, penting banget nih.” Pinta Fanda, mantan kekasih Kevin saat SMP. Walaupun sudah menjadi mantan, tetapi tidak ada sedikitpun rasa dendam yang ada didalam hati keduanya.

 

“Bisa sekalian jemput Nadin sih” Ucap Kevin. SMA Negeri 1 adalah sekolah tempat Nadin menuntut ilmu. 

 

“Kevin?gak bisa ya? (Melambaikan tangannya ke hadapan Kevin yang sedang melamun)” Cantik, ya Fanda memang sangat cantik tapi sayangnya ia tidak memiliki kesetiaan dalam dirinya. “Iya bisa, bisa.. ayo naik (Mulai menyalakan motornya)” Tanpa berpikir panjang Kevin segera memutuskan untuk menolong Fanda. Perjalanan menuju SMA Negeri 1 cukup lama karena mereka terjebak macet.

 

“Kevin, kamu keberatan gak nganterin aku?” Fanda mulai membuka pembicaraan.

 

“Gak kok, sekalian mau jemput Nadin” Tutur Kevin terhadap Fanda yang semakin luluh mendengar suara Kevin,Sebenarnya Fanda masih menyayangi Kevin tetapi karena ulahnya sendirilah ia kehilangan lelaki sejati ini. Tak berapa lama kemudian, sampailah mereka berdua di tempat tujuan. Tanpa sepengetahuan Kevin bahwa secara diam-diam Nadin melihat Kevin dan Fanda berboncengan.

 

“Makasih Kevin sayang.. kamu gak berubah sama sekali, makasih ya..” Ucap Fanda dengan sangat genit, ia memang pandai menggoda lelaki dengan gaya-gayanya.

 

“Apa?” Terkejut sekali Nadin melihat kejadian ini, apalagi Nadin sangat mengetahui hubungan Fanda dan Kevin di masa lalu itulah mengapa ia merasa sangat cemburu. “Haris, bisa anterin aku pulang gak?Plis, hari ini aja” Dengan sengaja Nadin menghindari Kevin, ia sama sekali tidak ingin berbicara dengan kekasihnya itu karena menyangka bahwa ia telah dikhianati.

 

“Iya boleh din, searah juga kan” Malang sekali nasib Kevin, berniat menjemput Nadin malah menjadi perkara seperti ini.

 

“Nadin?Dinn..Nadin?Aku kesini mau jemput kamu,din nadinn” Melihat Nadin yang tengah berada di boncengan laki-laki lain membuat Kevin menjadi tak percaya dan bingung harus berbuat apa.

 

“Aku gak mau ketemu kamu lagi.. Anggap aja kita gak pernah kenal!”Motor Haris sama sekali tidak berhenti dan semakin melaju kencang, Nadin sama sekali tidak ingin mendengarkan penjelasan dari Kevin. Kevin pun tidak tahu apa yang menjadi sebab kemarahan Nadin ini.

 

Sepanjang jalan Nadin hanya beruraian air mata, ia tak mampu lagi menahan tangisnya itu. “Kenapa berhenti ris?” Tiba-tiba Haris menghentikan motornya tepat di taman bunga dekat kompleks rumah Kevin.

 

“Kamu kenapa?Aku gak bisa lihat kamu sedih din, aku tahu kalau kamu sudah punya pacar tapi kamu harus tahu bahwa aku sayang sama kamu.Sudah lama aku memendam perasaan ini, rasanya sangat sakit. Sekarang perasaannya lega setelah mengungkapkan hal ini ke kamu, aku sayang din sama kamu (Menatap Nadin yang masih saja menangis)” Tanpa disangka-sangka Haris menyimpan perasaan spesial terhadap Nadin dan kini ia dengan beraninya mengungkapkan perasaannya di hadapan Nadin secara langsung.

 

“Makasih udah sayang sama aku..” Hanya kalimat singkat disertai senyuman yang mampu Nadin katakan.

 

Sejak kejadian itu Haris dan Nadin menjadi sangat dekat dan Kevin semakin sakit hati melihat hal ini. “Nadin…kasih aku penjelasan din..kamu kenapa?Dia siapa?(menunjuk Haris) Tolong jelasin!” Kacau sekali hati Kevin melihat kedekatan yang terjalin diantara Haris dan kekasih tercintanya itu.

 

“Aku gak mau lihat kamu lagi!Berhenti ngejar aku!” Perkataan Nadin semakin mengiris perasaan Kevin dan hubungan mereka pun nyaris usai. Entah mengapa Kevin tak mampu berkata kasar terhadap Nadin walau sekasar apapun hatinya tersakiti, ia sama sekali tidak mempunyai niat untuk menyakiti kekasih hatinya itu.

 

“Aku sayang Nadin…” Kali ini adalah kali pertama Air mata Kevin menetes karena seorang perempuan. Hatinya seperti tersayat karena merasa kehilangan perempuan yang amat dicintainya ini. Ya, rasa sayangnya sangatlah tulus dan sukar hilang.

 

“Haris?Ini yang kamu bilang korban dare kamu?Cantik juga hahahah” Tiba-tiba saja Mona, teman dekat Haris datang dan mengatakan hal yang tidak mengenakkan hati.

 

“Hah?Dare apa ya?” Sungguh sangat mengherankan, Nadin menjadi sangat bingung karena hal ini.

 

“Dia deket sama kamu Cuma karena dare dari TOD kok gak lebih, dan catet!Dia sama sekali gak sayang sama kamu..Percaya deh!” Dengan santainya Mona mengatakan hal ini dihadapan Nadin.

 

“Hah?(Matanya berkaca-kaca) Haris?Kamu..kamu bo…hong?(Mulai terbata-bata karena menahan tangis) Aku benci sama kamu!” Dengan segera Nadin meninggalkan Haris dan Mona. Sakit sekali rasanya perasaan Nadin, ia sudah mulai merasa nyaman dan sayang kepada Haris tetapi apa yang Haris lakukan benar-benar telah menyayat hatinya yang teramat lemah. Di dalam tangisannya ini barulah Nadin teringat akan diri Kevin. “Kevin..aku egois banget sih (Mencoba menghubungi Kevin)” Penyesalan pun langsung menguasai hati Nadin, ia baru sadar bahwa seharusnya ia mendengarkan penjelasan dari Kevin sebelum bertindak gegabah. Berkali-kali Nadin berusaha menghubungi Kevin tetapi sama sekali tak ia dapatkan jawaban. Akhirnya Nadin memutuskan untuk mengunjungi Kevin dirumahnya.

 

****

“Ehh Nadinn ayo masuk” Ternyata hanya ada mama Kevin dan Kevin dirumah itu, Kevin tidak enak badan jadi ia tidak bisa pergi ke sekolah. “Kevinnya gak enak badan, kalian gak ada masalah kan?Ayo temui Kevinnya ada di ruang tengah lantai atas, tante mau bikin minuman dulu. Bibi lagi cuti jadi repot deh..” Ya, orangtua Kevin memang telah mengetahui hubungan yang terjalin diantara Kevin dan Nadin, mereka berdua pun telah mendapatkan restu. Indah sekali ya? Tentunya mereka berdua telah berjuang mati-matian demi mendapatkan restu itu, ya mereka telah membuktikan bahwa hubungan mereka berdua sangatlah positif itulah mengapa orangtua mereka sangat mendukung hal ini.

 

Tanpa banyak bicara Nadin segera menuju lantai 2 rumah Kevin. “Kev..Kevvinn?” Nadin masih gugup untuk menyapa Kevin, ia masih merasa sangat bersalah.

 

“Nadin?(Segera duduk) ini beneran Nadin kan (mengucek matanya)” Terlihat dengan jelas wajah bahagia Kevin karena kedatangan Nadin, berarti sekali baginya kehadiran Nadin di dalam hidupnya.

 

“Iya Kevin, ini Nadin..(Segera duduk di samping Kevin)” Nadin benar-benar menyesal terhadap apa yang telah dilakukannya pada Kevin. “Kamu kenapa nangis din?Senyum dong, kan aku ada disini? (menebarkan senyumannya)” Kevin sama sekali tidak peduli pada apa yang pernah dilakukan oleh Nadin terhadapnya walau sesakit apapun itu, yang ia tahu adalah ia sangat menyayangi Nadin.

 

“Terima kasihh cinta..untuk segalanya kau berikan lagi kesempatan itu..tak akan terulang lagi..semuuuaaa kesalahankuu..yang pernah menyakitimuu..udah senyum kali..gak boleh ada air mata selama kamu ada disamping aku..oke?” Dengan senyum bahagianya Kevin sengaja menyanyikan lagu favorit Nadin secara langsung di hadapannya. “

 

Maaf ya, aku cemburu sama kamu gara-gara Fanda. Aku harusnya percaya sama kamu, maaf ya Kevin” Lagi-lagi Nadin mengucapkan kata penyesalannya, air matanya seakan terus mengalir. “Udahh,emang salah aku juga kok. Udah lupain..sekarang kamu gak perlu nangis karena hal itu. Apapun yang kamu lakukan, gak akan sama sekali mengubah perasaan aku ke kamu din. Karena apa?Karena aku sayang sama kamu! Aku rela nangis, tertawa gila-gilaan, hanya demi kamu, rasa sayangku ini tulus dari dalam hatiku. Semua tangisanku juga tawaku, biarlah mereka menjadi saksi akan besarnya cintaku untukmu. Untukmu aku rela menangis tertawa!Love you” Akhirnya selesai juga pertengkaran hebat yang terjadi diantara mereka. Kebesaran hati mereka berdua, dan besarnya rasa sayang diantara keduanya mampu melenyapkan semua hal yang berusaha mencoba untuk menghancurkan hubungan yang telah mereka bina sejak lama.

 

Kaulah cinta sejatiku. Walaupun banyak cobaaan yang menghalangi cinta kita, keegoisan kita, tapi kau tetap setia dalam menangis tertawa setiap musim hidupku, ucap Nadin dalam hati penuh haru. 

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Senin, 03/11/2014 - 09:24 WIB
Selasa, 04/11/2014 - 18:10 WIB
Jumat, 21/11/2014 - 10:12 WIB
Jumat, 07/11/2014 - 17:00 WIB
Sabtu, 01/11/2014 - 10:01 WIB
Kamis, 20/11/2014 - 09:51 WIB