Di Tangan Pria Ini, Makanan Warteg Bisa Bergaya ala Internasional
Minggu, 18/01/2015 - 08:57 WIB
 
 
Jakarta -

Warteg seringkali dianggap banyak orang sebagai makanan yang merakyat karena harganya murah dan cocok untuk perut orang Indonesia. Bahkan, ke populeran warteg juga sudah tidak diragukan lagi. Bagaimana tidak, hampir di setiap jalanan Ibukota selalu berdiri warung yang berasal dari Tegal.
 
 
Tapi siapa sangka, makanan ala warteg yang biasa saja ternyata bisa begitu mengagumkan bahkan bisa dibilang berlevel internasional. Sosok pria tersebut adalah Dade Akbar. Lewat kepiawaianannya dalam mengolah makanan ia bisa mengubah makanan warteg menjadi lebih lebih menarik. 
 
 
Lewat akun instagram yang benama @warteggourmet, ia mencoba menunjukkan kepada dunia kalau makanan warteg bisa menjadi makanan yang berkelas. Ide ini muncul saat ia bekerja dan membawa bekal makanan yang penampilannya itu-itu saja. Ia mencoba untuk membuat sesuatu yang berbeda dari sebuah makanan warteg. 
 
 
“Kalau makan saya suka bawa dari rumah atau beli makan, bentuknya gitu-gitu saja setiap hari. Saya jadi bosan. Saya pengen bentuknya lebih bervariasi dan menarik,” ungkap Dade seperti yang kami kutip dari CNN Indonesia.
 
 
Dari situlah Dade merasa tertantang untuk bisa memberikan variasi dari makanan-makanan rumahan, seperti makan warteg misalnya. Agar lebih menarik, ia mencoba agar makanan hasil olahannya nampak seperti makanan dari hotel berbintang lima.
 
 
Penasaran? Sobat souja bisa langsung lihat di akun instagram @warteggourmet. Bahkan, agar semakin memberikan kesan ‘wah’, ia juga menggunakan caption dalam bahasa Inggris. Salah satunya adalah menu tempe goring dengan tumis brokoli ia beri caption “deep fried flat bean curd topped with stir fried chili squid and steamed broccoli finished with droplets of chili squid oil”. Unik bukan?
 
 
Hingga sejauh ini follower dari akun instagram @warteggourmet sudah mencapai angka ribuan. Atas pencapaian ini pun Dade tidak menyangka bisa menggaet perhatian pengguna instagram hingga ribuan. 
 
 
“Dari yang follow Cuma sepuluh, naik jadi puluhan, naik lagi jadi ratusan, pelan-pelan naiknya. Saya bisa ngeras, oh responnya kayak gini,” ujar Dade.

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-