Esthechoc, Cokelat yang Bikin Kulit Selalu Awet Muda
Selasa, 24/02/2015 - 07:56 WIB
images-artikel/kecil/coklat.png
Sumber: artikelkesehatand.com
 
 
Jakarta -

Kabar baik bagi sobat Souja yang suka makan cokelat, para ilmuwan telah mengembangkan sebuah bar cokelat berkhasiat. Cokelat ini sangat didambakan banyak orang, terutama bagi kaum perempuan. Kabarnya, cokelat ini dapat memperlambat tanda-tanda penuaan.
 
 

Dilansir dari laman Telegraph, laboratorium Universitas Cambridge yang menemukan dan meneliti cokelat Esthechoc ini.

 

Dengan menggunakan antioksidan yang membuat burung flamingo tetap berwarna merah muda, para peneliti mengklaim cokelat ini dapat meningkatkan fisiologi kulit, membawa biomarker kulit dari usia 60 sampai 50 tahun kembali ke tingkat usia 20 atau 30-an tahun.

   

Uji klinis menunjukkan, para relawan yang menyantap cokelat setiap hari selama empat minggu mengalami perbaikan kesehatan. Responden mengalami radang lebih sedikit. Suplai darah mereka ke jaringan kulit pun terbukti meningkat, menurut para ilmuwan.

 

Efek ini disebabkan oleh meningkatnya level antioksidan serta sirkulasi darah yang mencegah keriput. Setiap bar cokelat mengandung 38 kilo kalori. Penciptanya percaya, cokelat ini cocok bagi penderita diabetes.

   

Meski begitu, Esthechoc tidak akan segera menggantikan cokelat Dairy Milk di toko-toko dalam waktu dekat. Brosur cokelat kesehatan ini mengatakan, sasarannya adalah perempuan kota usia 30-an yang elegan, berpendidikan, dan makmur, juga para pengusaha.

 

Dalam iklannya dikatakan, cokelat ini akan mendukung penampilan mereka dalam lingkungan yang stres saat perjalanan bisnis.

   

Produk, yang juga dijuluki Cambridge Beauty Chocolate, ini akan mengisi rak-rak pengecer kelas atas mulai bulan depan. Produsennya belum mengungkap harga cokelat tersebut. Namun dugaannya, cokelat ini besar kemungkinkan akan sangat mahal.

 

Walau begitu, tak semua orang setuju akan khasiat cokelat ini. Akademisi lain kurang yakin dengan kekuatan cokelat ini.

   

Naveed Sattar, profesor ilmu metabolisme dari Universitas Glasgow mengatakan, uji klinis lanjutan masih perlu dilakukan untuk membuktikan klaim khasiat cokelat yang kuat dari perusahaan tersebut.

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Kamis, 03/05/2018 - 07:43 WIB
Rabu, 02/05/2018 - 04:28 WIB
Selasa, 01/05/2018 - 07:02 WIB