Ini Dia Alasan Mengapa Wanita Indonesia Perlu Berkarir!
Minggu, 01/03/2015 - 11:22 WIB
images-artikel/kecil/wanita.jpg
Sumber: vemale.com
 
 
Jakarta -

Ada sebuah anggapan lama yang rasanya sudah ketinggalan jaman soal wanita di Indonesia. Dulu umunya banyak yang berpikir jika wanita tak perlu sekolah tinggi-tinggi karena jatuhnya akan mengurusi keluarga dan rumah tangga. Namun kini sudah banyak wanita Indonesia yang membuktikan bahwa pendidikan tinggi, karir yang baik tidak mengganggu tugas utama wanita sebagai istri dan juga ibu di dalam keluarga. 


Meski demikian masih banyak wanita di Indonesia yang belum mengetahui pentingnya memiliki pekerjaan meski telah menikah. Tuntutan kehidupan, gaya hidup, dan tanggung jawab, membuat sejumlah wanita di Indonesia harus bekerja lebih keras demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. 


Menyeimbangkan waktu antara kehidupan profesional yang menyita waktu dan kehidupan pribadi bukanlah hal yang mudah, terutama bagi wanita yang sudah berumahtangga. Kenyataannya, tak sedikit pekerjaan yang dilakukan oleh sejumlah wanita karier membuat mereka harus tetap produktif hingga larut malam.


Salah satu sifat buruk yang kerap muncul saat pekerjaan sedang menumpuk dan tenggat waktu terus memburu adalah mengeluh. Dikutip dari laman Kompas, menurut Dewi Motik, Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), kebiasaan tersebut bukan sesuatu yang baik dan hanya akan memadamkan semangat sobat. Hal ini karena ketika seorang wanita aktif berkarier, sebenarnya dia memberikan sumbangsih yang besar bagi bangsa Indonesia. Wanita Indonesia, jelas Dewi, perlu berkarier untiuk mengisi kemerdekaan Indonesia dengan kegiatan yang berguna.


"Dari 250 juta penduduk, 50 persennya adalah wanita. Coba bayangkan kalau wanita Indonesia tidak proaktif dengan segala profesi. Dia harus turut membangun negara kita," ujar Dewi Motik, pada acara Pembekalan Puteri Indonesia 2015 di Hotel Grand Sahid Jaya, beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari laman Kompas.com.
Dewi yang juga berprofesi sebagai seorang dosen ini mengatakan bahwa jangan karena sibuk kerja, wanita jadi melupakan peran dan tugas utama mereka sebagai istri sekaligus ibu, atau menjadikannya sebagai alasan untuk tidak berkarier.  


"Jadi selain menjadi ibu rumahtangga dan pendamping suami yang nomor satu, wanita harus juga memiliki kemampuan yang bermanfaat bagi orang banyak," ujarnya.

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Jumat, 21/09/2018 - 17:32 WIB