Halo Sobat Souja, kesehatan mental menjadi masalah serius bagi manusia modern.  " />
Ini Dia Beberapa Hal Yang Wajib Kamu Ketahui Tentang Kesehatan Jiwa Di Kantor
Rabu, 17/10/2018 - 07:28 WIB
images-artikel/kecil/kerja.jpeg
Sumber: Qerja
 
 
Jakarta -

Halo Sobat Souja, kesehatan mental menjadi masalah serius bagi manusia modern. Tuntutan kerja yang tinggi, persaingan ketat, dan lingkungan yang kurang ideal kerap memicu depresi atau gangguan kejiwaan lain.


Walaupun begitu kesehatan mental di tempat kerja kerap menjadi poin yang diabaikan oleh para karyawan dan atasan. Ada banyak hal yang perlu diketahui mengenai kesehatan jiwa di lingkungan kantor. Mari kita pelajari bersama melalui uraian di bawah ini agar bisa dilakukan perbaikan untuk ke depannya.


1. Masalah kesehatan jiwa hadir di setiap tempat kerja


Satu dari lima orang dewasa Amerika mengalami penyakit jiwa setiap tahun. Beberapa gangguan kesehatan jiwa di antaranya gangguan bipolar, stres, depresi, dan gangguan panik.


"Kesehatan jiwa sangat banyak spektrumnya," kata konsultan kesehatan jiwa di tempat kerja yang juga CEO Mind Share Partners, Kelly Greenwood. "Sangat sedikit orang yang 100 persen sehat secara mental."


Ketika terkena gangguan kesehatan jiwa, beberapa karyawan tidak dapat bekerja. "Kami tahu, depresi adalah penyebab nomor satu karyawan tidak hadir di tempat kerja," kata Karl Shallowhorn, seorang penasihat program pendidikan dan kesehatan mental Community Health Center of Buffalo.


"Masalah lain yang terjadi adalah presenteisme, yang mana seseorang sedang bekerja, tetapi pikiran mereka tidak benar-benar ada di sana (mengerjakan pekerjaan)."


Meskipun perkiraan bervariasi, satu studi menemukan, Amerika Serikat kehilangan USD193,2 miliar pendapatan per tahun karena masalah kesehatan jiwa. Menghadapi kenyataan ini sangat penting, perusahaan sebaiknya tidak mengabaikan kesehatan jiwa di tempat kerja karena dapat berdampak negatif pada bisnis.


2. Karyawan punya hak atas kesehatan jiwa di tempat kerja


Meskipun ada banyak perusahaan yang mendukung kesehatan jiwa karyawan, ada juga hal-hal yang harus dilakukan perusahaan.


Bos tidak boleh memecat karyawan, memaksa berhenti bekerja atau menolak karyawan untuk pekerjaan atau promosi yang dinilai berdasarkan kesehatan jiwa.


Bos harus menyediakan akomodasi yang layak untuk kesehatan jiwa karyawan. Menurut National Alliance on Mental Illness, karyawan dapat mengambil cuti tanpa bayaran hingga 12 minggu untuk menangani krisis kejiwaan.


Menurut Mental Health Parity and Addiction Equity Act, rencana asuransi kesehatan harus mencakup kesehatan jiwa.


Memahami hak-hak karyawan dapat membantu memberdayakan karyawan yang membutuhkan perawatan kesehatan jiwa.


3. Karyawan dengan gangguan kejiwaan perlu lingkungan kerja suportif


Pada akhirnya masyarakat menjadi lebih sadar akan kebutuhan untuk mengatasi kesehatan jiwa. Beberapa pengusaha melakukan hal yang sama.


Salah satu langkah terbesar yang dapat dilakukan oleh pihak kantor adalah mengubah budaya di sekitar karyawan bekerja, terutama stigma negatif. Pandangan buruk dan tidak diterima lagi di lingkungan kerja.


"Tujuannya adalah agar karyawan cukup percaya diri untuk mengatakan, kapan mereka butuh bantuan," kata Howard.


4. Obrolan kesehatan jiwa antara karyawan dan manajemen perusahaan dapat membantu pemulihan


Obrolan proaktif dapat membantu sebagian karyawan mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan di tempat kerja. Howard merekomendasikan, karyawan dapat mempersiapkan diri dengan catatan dokter, yang menjelaskan diagnosis gangguan kesehatan jiwa dan rekomendasi dokter.


"Ketika Anda meminta akomodasi dari bos, bicarakan dengan penuh percaya diri. Biarkan semua orang tahu, ini akan membantu Anda menjadi karyawan yang lebih produktif," jelas Howard.


5. Mengabaikan masalah kesehatan jiwa di tempat kerja dapat memperburuk keadaan


Karyawan yang punya masalah kesehatan jiwa dapat menemukan rencana perawatan terbaik. Sayangnya, perjuangan perawatan mereka dapat menjadi lebih buruk tatkala tempat kerja tidak mendukung.


Perusahaan dapat menawarkan program dan kepemimpinan yang bijaksana untuk mendukung karyawan saat mereka bekerja. Ini untuk mengatasi dan meningkatkan pemulihan kesehatan jiwa mereka.


Kepemimpinan berperan besar dalam menghilangkan stigma kesehatan jiwa di tempat kerja. Pemimpin dapat mendirikan program pelatihan seperti Mental Health First Aid at Work dan karyawan dapat berbicara bebas tentang pengalaman kesehatan jiwa yang dialami.

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Rabu, 14/11/2018 - 10:39 WIB