Ini Dia Gangguan Kesehatan Apabila Anda Seing Mimisan Berkelanjutan?
Sabtu, 29/09/2018 - 19:54 WIB
images-artikel/kecil/mimisan.jpg
Sumber: Tribun Manado - Tribunnews.com
 
 
Jakarta -

Halo Sobat Souja, setiap bagian dari panca indera kita memiliki 'kemampuan' terselubung. Dari rambut sampai kulit bisa menunjukkan kondisi kesehatan kita saat ini. Begitu juga dengan hidung.


Mulai dari penampakan hidung sampai kemampuannya dalam mengenali aroma bisa mengungkapkan ada atau tidaknya gangguan kesehatan di dalam tubuh. Sama halnya dengan keluarnya darah dari indera penciuman ini.


Sebagian besar kasus pendarahan hidung atau mimisan disebabkan karena udara kering yang membuat kelembapan membran hidung Anda berkurang, pecah-pecah, dan rentan terhadap infeksi bakteri.


Umumnya, pendarahan hidung tidak mengarah pada kondisi kesehatan yang serius. Walaupun begitu, mimisan juga bisa menjadi gejala dari beberapa gangguan berikut.


1. Hereditary Hemorrhagic Telangiectasia (HHT)


Hereditary hemorrhagic telangiectasia (HHT) atau juga dikenal sebagai sindrom Osler-Weber-Rendu adalah kelainan genetik langka yang dapat menyebabkan pendarahan hidung dan melemahnya pembuluh darah.


Jika Anda melihat bintik-bintik merah kecil di wajah Anda, tangan dan kaki, sering mendapati bantal berdarah saat bangun tidur, ada baiknya konsultasikan dengan dokter Anda.


Penyakit ini dapat menyebabkan stroke jantung atau menyebabkan pembekuan darah di paru-paru.


2. Sinus kering


Sinus kering dapat menjadikan hidung dan mulut kering. Rongga sinus jadi sensitif dan sering sakit. Sinus kering juga bisa menyebabkan kulit di lubang hidung Anda pecah, sehingga terjadilah pendarahan.


Sinus kering disebabkan karena kurangnya kelembapan pada membran mukus di dalam hidung. Jika dibiarkan hingga akut, sinus kering bisa menyebabkan infeksi. Biasanya pengobatan disertai dengan pemberian antibiotik.


3. Hemofilia B


Hemofilia B atau sering disebut Christmas Disease hemofilia faktor IX adalah kelainan genetik langka di mana darah sulit membeku. Jika seseorang menderita penyakit ini, tubuh akan menghasilkan sangat sedikit faktor IX. Akibatnya sering terjadi pendarahan yang berkepanjangan atau spontan.


Diperkirakan bahwa dua pertiga kasus hemofilia B diturunkan lewat garis keluarga. Sebagian besar penderitanya adalah laki-laki.

 
 
Artikel Terkait:
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-