Ini Dia Info Hoax Tentang Penularan HIV/AIDS Yang Harus Diluruskan
Kamis, 30/08/2018 - 06:26 WIB
images-artikel/kecil/hiv.jpg
Sumber: Houston Defender
 
 
Jakarta -

Halo Sobat Souja, HIV/AIDS merupakan salah satu penyakit yang dianggap momok saat ini. Efek merusaknya memang membahayakan, namun stigma negatif dan pemahaman salah kaprah yang berkembang mengenai penyakit ini bahkan jauh lebih merusak.


Bukan hal baru jika sebagian besar Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) mengalami diskriminasi sosial akibat kurangnya pemahaman masyarakat mengenai penyakit tersebut. Salah satu yang paling sering disalahpahami adalah metode penularan HIV/AIDS. Benarkah HIV/AIDS bisa ditularkan melalui jarum suntik yang menancap di kursi bioskop, makanan kaleng yang sudah diinjeksi darah, atau air kolam renang?


Dokter Adyana Esti, tenaga medis klinik Angsamerah Jakarta, dalam diskusi di Jakarta, Kamis, membeberkan deretan hoaks seputar HIV/AIDS yang harus dipahami faktanya oleh masyarakat.


Dr. Alex K. Gintings, Sp.P, FCCP, ketua kelompok kerja HIV/AIDS juga memberikan keterangan terkait mitos salah kaprah tentang penyebaran virus HIV/AIDS.


1. Pisau cukur bekas dan alat makan yang dipakai bersama


HIV/AIDS menular lewat penggunaan pisau cukur secara bergantian dalam keluarga atau di tempat potong rambut


Faktanya, memakai pisau cukur bergantian dengan ODHA tidak akan menularkan virus. Sebab, virus mudah mati di udara bebas. Tetapi memakai pisau cukur bergantian tidak disarankan demi alasan kebersihan.


HIV/AIDS menular lewat penggunaan alat makan secara bergantian antara ODHA dengan orang sehat


Faktanya, tidak. Selain karena virus mudah mati di udara bebas, virus dalam air liur tidak cukup banyak untuk ditularkan pada orang lain.


2. Jarum di kursi bioskop dan air kolam renang


Virus HIV dapat ditularkan lewat jarum terinfeksi yang ditancapkan di kursi bioskop


Faktanya, virus HIV mudah mati di udara bebas dalam waktu kurang dari semenit. Tanpa inangnya, seperti darah, sperma, ASI dan cairan vagina, virus yang ada di udara bebas akan cepat mati.


HIV/AIDS bisa ditularkan melalui air kolam renang


Faktanya, salah. Tak masalah berenang bersama ODHA karena virus HIV mudah mati di udara bebas, apalagi air kolam renang mengandung kaporit yang mempercepat matinya virus.


3. Pembalut bekas pakai dan jasa cek kolesterol keliling


HIV/AIDS ditularkan lewat pembalut kewanitaan yang sudah terkontaminasi virus


Faktanya, salah. Sebab, virus HIV akan mati di udara bebas dalam waktu kurang dari semenit.


Pemeriksaan darah untuk kolesterol dan diabetes oleh petugas keliling yang mencurigakan adalah untuk menyebarkan virus HIV


Faktanya, salah. Jarum yang dipakai untuk pemeriksaan kolesterol dan diabetes tak punya lubang penyimpanan darah. Sehingga virus HIV bakal mati di udara bebas.


4. Makanan kaleng berisi darah dan pakaian bekas


Virus HIV bisa ditularkan lewat makanan kaleng yang sudah diinjeksikan dengan darah yang mengandung virus


Faktanya, salah. Virus HIV mudah mati di luar tubuh manusia. Selain itu, makanan kaleng juga melewati proses sterilisasi sehingga virus mudah mati.


HIV/AIDS bisa ditularkan lewat pakaian bekas


Faktanya, salah. HIV/AIDS hanya bisa menular lewat kontak cairan tubuh seperti darah, cairan vagina, cairan mani dan ASI. Penularannya bisa lewat penggunaan jarum suntik yang tidak steril, hubungan seks tidak aman juga pemberian ASI dari ibu ke anak.


5. Nyamuk yang mengisap darah penderita HIV/AIDS


Nyamuk yang menggigit ODHA bisa menularkan HIV


Kelangsungan hidup virus HIV sangat tergantung pada sel T yang terdapat dalam sel darah putih manusia. Saat nyamuk mengisap darah ODHA, virus akan masuk ke sistem pencernaan nyamuk.


"HIV bukan disebabkan oleh nyamuk. Virus HIV tersebar bukan di hemoglobin (sel darah merah), tapi di Leukosit (sel darah putih)," jelas Dr. Alex K. Gintings, Sp.P, FCCP, ketua kelompok kerja HIV/AIDS di sela-sela acara pertemuan ilmiah di RSPAD Gatot Subroto.


Dalam kasus tingginya jumlah penyakit HIV AIDS dan Malaria di Papua, menurut Dr. Alex bukan karena keduanya ditularkan pada media yang sama yakni nyamuk.


"Di Papua, HIV disebabkan oleh kehidupan seksual yang tidak aman dan malaria karena memang daerahnya epidemik, masih banyak hutan. Jadi HIV bukan karena nyamuk," jelasnya.


Demikian penjelasan mengenai hoaks seputar penyebaran HIV/AIDS yang beredar di masyarakat. Jika Anda menjumpai unggahan, shared article, atau broadcast dengan isi serupa, jangan ragu untuk memberikan klarifikasi. Dengan demikian kita bisa saling memberikan edukasi yang tepat mengenai HIV/AIDS.

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-