Ini Dia Penyebab Ketika Kamu Tertidur Pulas Tiba Tiba Terbangun Dengan Sendirinya
Selasa, 06/02/2018 - 08:49 WIB
images-artikel/kecil/foto-seperti-apa-posisi-tidur-terbaik-untuk-kesehatan.jpg
Sumber: National Geographic Indonesia
 
 
Jakarta -

Halo Sobat Souja, tidur nyenyak merupakan landasan kesehatan dan vitalitas tubuh yang penting. Namun kenyataannya, kadang proses tidur tak selalu berjalan mulus. Ada kalanya kamu mengalami insomnia, ada pula saat kamu sering terbangun ketika sedang tidur nyenyak.


Menurut penelitian, tidur yang terputus-putus bisa membuatmu mudah mengalami depresi, kelelahan, dan kebingungan. Kira-kira, apa sih yang jadi penyebab kamu sering terbangun saat sedang tidur?


Konsumsi kafein


Kafein butuh waktu untuk dicerna selama 5-6 jam. Hal ini berarti jika kamu minum kopi jam 7 malam, maka kamu baru bisa tidur dengan nyenyak sekitar pukul 12 malam. Inilah yang kemudian menjelaskan kenapa kamu sering bangun saat tidur jika sebelumnya kamu minum kopi.


Konsumsi alkohol


Alkohol juga bisa memberikan dampak negatif untuk kualitas tidurmu. Hindari minum alkohol sebelum tidur agar efek alkohol tak sampai membuatmu mudah bangun saat tidur.


Stres


Stres, pikiran yang tidak sehat, dan serta kecemasan juga berkontribusi untuk menurunkan kualitas tidurmu. Oleh karena itu, buang stres dan semua pikiran negatif agar tidak membuatmu mudah terbangun saat tidur.


Kurangnya tryptophan dalam tubuh


Tryptophan merupakan asam amino yang penting untuk memproduksi serotonin dan melatonin, hormon yang bertanggung jawab untuk menjaga kualitas tidur. Ketika tubuhmu kekurangan zat ini, maka bisa dipastikan kamu tidak bisa tidur dengan nyenyak.


Kasur yang tidak enak


Terkadang kasur dan alat tidur lainnya yang kamu gunakan juga bisa mempengaruhi kualitas tidurmu. Oleh karena itu pilihlah alat tidur yang nyaman untuk digunakan agar kamu tidak sering bangun di malam hari.


Masalah kesehatan


Beberapa gangguan kesehatan atau penyakit yang kamu idap juga bisa mengganggu kualitas tidur. Beberapa contohnya adalah diabetes, penyakit ginjal kronis, hingga hipertiroidisme.

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-