Jenuh Bekerja dan Ingin Mencoba Berbisnis Bareng Sahabat? Perhatikan Dulu 4 Hal ini!
Jumat, 15/09/2017 - 09:25 WIB
images-artikel/kecil/business-with-friends.jpg
Sumber: Bing.com
 
 
Jakarta -

Bosan bekerja karena merasa mengalami stagnasi dalam karir serta tak bergairah lagi mengerjakan semua tugas kantor? Mungkin kamu sudah saatnya mencoba dunia bisnis. Apalagi jika pundi-pundi rupiah di rekening kamu dirasa lebih dari cukup sebagai modal usaha. Tak dinyana, rupanya sahabat kamu juga merasakan hal yang sama. Tercetus-lah ide untuk merintis usaha bersama. Pada awalnya, terkesan menyenangkan bukan? Berbisnis dengan sahabat baik. Tapi, nanti dulu! Justru Sobat Souja harus berhati-hati dengan konsekuensi logis di kemudian hari. Mengapa?


Umumnya bisnis yang dijalankan bersama teman akan membuat seseorang lebih bersifat permisif atau terbuka, maklum, lalu serba membolehkan. Meski memiliki kelebihan karena bisa saling mengenal sifat masing-masing namun bisa jadi di saat sifat permisif ini muncul, maka usaha ini bisa menimbulkan masalah. Maka dari itu sebelum benar-benar menjalankan usaha bersama teman ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam bisnis bersama teman tersebut, mengutip lewat maxmonroe.com.


Karakter
Kamu boleh jadi sudah berteman lama dengan sahabatmu. Akan tetapi, belum tentu karaktermu cocok dengannya, bukan? Apalagi untuk dijadikan rekan bisnis. Pikirkan kembali apakah ia benar-benar memiliki kecocokan karakter denganmu. Mengapa demikian? Sebab dengan kecocokan karakter maka Sobat bisa menjalankan usaha ini dengan saling pengertian. Beberapa unsur kecocokan yang bisa  dijadikan pedoman dalam memilih teman adalah sifat chemistry, memiliki kesamaan visi dan misi, dan juga pertimbangkan potensi dan kemampuan masing-masing.


Bisnis apa?
Usai mempertimbangan kecocokan karakter, tentukan bisnis yang akan dijalankan. Sesuaikan juga dengan bakat dan kemampuan masing-masing, jangan sampai bisnis kalian malah sulit berkembang dikarenakan ketidakmampuan untuk mengelola bisnis yang dijalankan. Jika perlu, ambil pelatihan atau kursus di bidang tertentu terlebih dahulu sambil mengumpulkan inspirasi untuk bisnismu. Hal ini justru disarankan karena kamu dan sahabatmu akan punya waktu luang untuk menyusun rencana dengan matang, membidik potensi pasar, membagi tugas dan wewenang dengan jelas serta sejumlah persiapan lainnya. 


Pembagian Modal
Namanya juga usaha pasti membutuhkan modal untuk menjalankannya. Lalu bagaimana cara pembagian modal yang efektif jika bisnis dilakukan bersama teman? Menurut beberapa ahli bisnis, pembagian modal memang harus ditetapkan secara tegas di awal. Sebab, hal ini akan mempengaruhi kepemilikan saham serta deviden masing-masing pihak di masa depan. Namun apabila tidak memungkinkan adanya pembagian modal, maka bisa dilakukan sesuai kemampuan finansial masing-masing dimana harus saling memahami jika keuntungan usaha akan dibagi berdasarkan persentase modal atau saham yang ditanamkan. Buatlah butir-butir kesepakatan yang jelas dan legal dengan penandatanganan di atas materai. Jangan ragu untuk melakukan hal ini meskipun yang dihadapan sahabat sendiri. Junjung tinggi profesionalisme kamu! 


Pembagian laba
Ya, pembagian keuntungan usaha (dividen) memang selalu krusial karena bisa menjadi perdebatan dan mungkin juga pertikaian. Maka dari itu untuk bisa menghindari kemungkinan buruk tersebut, Sobat mau tak mau memang harus membuat standar baku dan aturan yang jelas. Standar baku pembagian laba dalam bisnis sendiri ada dua macam yaitu pertama, bagian laba yang disetorkan ke pemilik usaha atau dividen. Kedua, pendapatan berupa gaji bulanan. Para pendiri atau pemilik bisnis sendiri bisa mendapat gaji bulanan bila ia terlibat aktif dalam operasional perusahaan.

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-