Kawan Atau Lawan? Pertahankan Atau Lepaskan?
Jumat, 05/10/2018 - 02:29 WIB
images-artikel/kecil/Souja Kecil (2).png
Sumber: soulofjakarta
 
 
jakarta -

"Saya dapat promosi jabatan dari kantor!" Teriak bahagia seorang kawan dan tentu saja kamu akan mengucapkan selamat untuk keberhasilannya. Teman sejati pasti ikut bahagia,namun tidak berlaku untuk racun yang iri hati.

Bahagia dan sukses orang lain akan tragis baginya. Tidak hanya sampai disini, bisa saja mereka melangkah untuk menjelekkan apa yang sudah orang lain dapat mencibir, dan menghasut banyak orang dengan pikiran negatif. Karena mereka tidak senang melihat orang lain senang. Buruk bukan? 

Sebenarnya rasa iri dan kecil hati bisa menimpa siapa saja. Toh kita pernah merasa' terkadang "rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri". Semua itu wajar, asal jangan dipelihara terlalu lama.
 
Karena selain bisa membawamu "kemana-mana", hati menjadi tidak tenang dan kamu pun tidak fokus dengan apa yang ingin kamu lakukan. Sebaliknya, jadikan kesuksesan orang lain menjadi inspirasi mu. 

Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik. Banyak kerugian yang kita dapat jika memupuk rasa iri didalam hati. Seperti;

1. Tidak Ada Rasa Damai.
2. Cenderung berprasangka buruk pada orang.
3. Fokus hilang. Aktivitas terbengkalai.
4. Menciptakan musuh.
5. Hidup tertekan oleh ego sendiri
6. Jarang Tersenyum senang
7. Merugikan diri sendiri dan orang lain

Sobat souja, beri jarak jika kamu mempunyai tipe kawan seperti ini. Jangan jadikan sahabat, juga jangan dijauhi. karena jika terbaca menjauhi teman, kehidupanmu pun merasa tidak nyaman.

Ada alasannya, sebab kebiasaan kita bisa terbentuk karena lingkungan. Jika berteman dengan kedengkian, maka akan tumbuhlah dengki dalam diri. Berkomitmenlah yang kuat untuk menjalani hidup jauh dari kecemburuan.

Hal lainnya, berkawan dengan orang yang selalu dikuasai oleh pikiran negatif, juga akan mengganggu aktivitas. 

Sobat souja, pusatkan pikiran dengan bersyukur apa yang sudah kita raih dan mengabdikan diri kepada tuhan untuk kebaikan hati/kebermanfaatan bagi seluas-luasnya kehidupan.

Sukses orang lain jadikan cambuk semangatmu. "Jika dia bisa. Mengapa aku tidak?!" 
Isi kegiatan dan pikiran dengan doa, pujian, dan rencana baik. Karena pikiran kosong sasaran empuk hasutan jahat.

Jika pikiran kamu dipenuhi oleh pengetahuan yang baik dan benar, niscaya iri hati, dengki, menjauh dari kehidupanmu.



 
 
Artikel Terkait:
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-