Kisah Inspiratif: Ayam dan Tikus
Sabtu, 22/09/2018 - 05:39 WIB
images-artikel/kecil/rat__snake_and_chicken_by_skitty85-d46shs9.jpg
Sumber: bing.com
 
 
Jakarta -

Di sebuah hutan, tinggal dua binatang yang bersahabat. Mereka adalah Tikus dan Ayam. Namun, sifat mereka sangat berbeda. Tikus sangat rajin bekerja, dan Ayam sangat pemalas. Suatu hari, Tikus dan Ayam berjanji akan menanam jagung di ladang. Tikus pun menghampiri Ayam di rumahnya.


"Ayam, ayo kita tanam jagung kita," ajak Tikus.


Ayam tampak malas. Ia pun menjawab, 


"Kamu pergi duluan saja, nanti aku menyusulmu. Masih banyak pekerjaanku di rumah."


Tikus pun pergi ke ladang seorang diri. Sesampainya di ladang, Tikus langsung menanam jagung. Mulai dari membuat lubang, memasukkan biji jagung ke dalam lubang, sampai menutup kembali lubangnya, ia lakukan seorang diri. Tapi Tikus tak merasa lelah, karena ia sangat suka bekerja. Sementara itu, Ayam baru datang ketika pekerjaan Tikus sudah selesai. Namun. Tikus tidak kesal kepada Ayam. Ia memaklumi jika Ayam sibuk.


Beberapa hari kemudian, tanaman jagung milik Tikus dan Ayam sudah tumbuh. Sudah saatnya menyiram dan memberi pupuk, agar tanaman jagung mereka tumbuh dengan subur. Namun seperti biasa, ketika Tikus mengajak Ayam untuk bekerja di ladang, ada saja alasan yang diberikan Ayam. Ia mengatakan bahwa dirinya sedang sibuk dan akan menyusul nanti. Padahal, ia hanya bermalas-malasan di rumah. Tikus pun tak menaruh curiga pada sahabatnya itu.


Akhirnya, Tikus kembali mengerjakan ladangnya seorang diri. Meski keringat bercucuran, tapi Tikus tidak peduli. Semua pekerjaan dilakukannya dengan hati yang senang. Begitu seterusnya, Tikus mengurus ladang jagungnya sendirian. Setiap mengajak Ayam ke ladang, selalu ada alasan Ayam untuk menolak. Sekarang sudah memasuki masa panen. Tikus hendak mengajak Ayam untuk memanen jagung mereka.


"Kamu duluan saja, Tikus. Nanti aku menyusul. Aku sedang sibuk. Lagi pula, persediaan makananku masih cukup," tolak Ayam.


"Baiklah. Tapi, kau segera ke ladang, ya. Sekarang sudah sering turun hujan. Jika tak dipanen, bisa-bisa jagung kita busuk," ucap Tikus.


Tikus pun pergi ke ladang, dan mulai memanen jagung. Hingga sore hari, Ayam tak juga datang. Tapi Tikus merasa senang, karena panen kali ini sangat melimpah. Ia pun membagi dua hasil panennya. Setengah untuknya, dan setengah lagi untuk Ayam. Wah,Tikus baik sekali, ya! Tikus langsung memasukkan jagung miliknya ke lumbung. Sementara jagung milik Ayam ia tinggalkan di ladang. Ia meminta Ayam untuk mengambil miliknya di ladang. Namun, Ayam sungguh malas. Bahkan untuk mengambil jagung yang sudah dipanen saja, dia malas. 


Beberapa hari kemudian, persediaan makanan Ayam habis. Ia kemudian teringat dengan jagung hasil panennya yang masih di ladang. Ayam pun segera mengambilnya ke ladang. Tapi, apa yang terjadi? Sebagian jagung milik Ayam sudah busuk. Beberapa malah terbawa arus air karena memang sudah beberapa hari hujan turun dengan lebat. Ayampun hanya bisa menyesali kemalasannya.

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-