Pada zaman dahulu ketika bumi masih sangat muda, matahari bersinar dengan amat cerah. Ia memancarkan seluruh cahayanya untuk menerangi bumi,
Kisah Inspiratif: Ayam Jantan dan Matahari
Sabtu, 13/10/2018 - 13:41 WIB
images-artikel/kecil/ayam-jago_20170411_062410.jpg
Sumber: Bing.com
 
 
Jakarta -

Pada zaman dahulu ketika bumi masih sangat muda, matahari bersinar dengan amat cerah. Ia memancarkan seluruh cahayanya untuk menerangi bumi,


"Aku akan bersinar dengan indah, agar kalian bisa melihat seisi dunia ini dengan jelas," pikir Matahari saat melihat semua makhluk bumi yang sedang beraktivitas.


Matahari sangat senang memperhatikan makhluk-makhluk bumi. Ia senang melihat manusia yang saling menyapa dan burung-burung yang beterbangan di atas awan. Ia juga sangat senang karena selalu dikelilingi oleh bumi dan planet-planet lainnya. Matahari pun melakukan tugasnya dengan amat bahagia, tanpa merasa berat hati. Musim kemarau pun tiba. Semua makhluk hidup, termasuk para binatang, mulai mengeluh karena matahari bersinar terlalu terang.


"Andai matahari tidak bersinar setiap hari, pasti kita tidak akan kepanasan." ujar seekor burung kepada temannya.


"Iya, benar. Aku juga sangat berharap agar matahari tidak bersinar lagi, supaya kita bisa beristirahat," sahut temannya.


Rupanya percakapan mereka terdengar oleh matahari. Namun, matahari tidak langsung marah. Ia mengira dua burung tersebut hanya bercanda. Hingga pada suatu ketika, matahari menjadi marah. Ternyata tidak hanya burung yang ingin ia tidak bersinar lagi. tetapi semua binatang juga menginginkan hal yang sama. Akhirnya, matahari memutuskan untuk tidak bersinar lagi. Para binatang merasa senang karena mereka tidak kepanasan. Cuaca pun menjadi sejuk. Tapi, lama-kelamaan para binatang menjadi sedih. Mereka tidak bisa melihat karena dunia menjadi gelap. Mereka juga kelaparan karena tidak ada lagi makanan. Semua tumbuhan sudah mati.


Para binatang pun mengirim Singa, sang raja hutan, untuk meminta kepada matahari agar kembali bersinar. Namun, Matahari masih marah. Ia  menolak permintaan singa. Semakin hari, para binatang semakin resah. Hingga akhirnya, seekor ayam jantan yang gagah berani menemui matahari.


"Wahai matahari, aku memohon dengan hormat kepadamu agar kau kembali bersinar. Kami makhluk bumi, sangat membutuhkanmu. Kami tidak bisa melihat keindahan dunia tanpa sinarmu. Kasihanilah kami, para binatang kecil. Kami akan menjadi mangsa binatang buas, karena kami tak bisa melihat dalam kegelapan dan tidak bisa bersembunyi. Tolonglah kami, matahari," pinta ayam jantan dengan memelas.


Mendengar perkataan ayam jantan, matahari merasa iba. Matahari pun kembali bersinar. Semua binatang bersorak gembira, terutama si ayam jantan. Saking bahagianya, ia selalu menyambut kehadiran matahari dengan suara yang merdu. 


Sobat Souja, 


Hikmah yang bisa diambil melalui cerita tersebut adalah hargailah usaha orang yang menyayangimu, apalagi jika usahanya sebagai bentuk cara membuatmu untuk behagia. 


Sumber: dongengceritarakyat.com

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Jumat, 09/11/2018 - 13:07 WIB
Kamis, 01/11/2018 - 17:18 WIB
Kamis, 01/11/2018 - 17:00 WIB
Rabu, 14/11/2018 - 10:39 WIB