Kisah Inspiratif: Dua Bersaudara
Selasa, 09/01/2018 - 10:49 WIB
images-artikel/kecil/Theres-no-buddy-like-a-brother-Vinyl-Wall-Art-Lettering-b9fda31a-2668-4562-a963-66bf319535c4_600.jpg
Sumber: bing.com
 
 
Jakarta -

Ram menerima sebuah mobil dari saudaranya sebagai hadiah ulang tahun. Suatu hari ketika Ram keluar dari kantornya, ia melihat seorang anak jalanan sedang berjalan mengelilingi mobil barunya yang mengkilap itu, mengaguminya.


“Apakah ini mobil Anda?” tanya anak laki-laki itu.


Ram mengangguk, 


“Saudaraku memberikannya sebagai hadiah ulang tahunku.”


Anak laki-laki itu tercengang, 


“Maksud Anda, saudara  Anda memberikannya kepada Anda dan itu tidak merugikan Anda? Wah, kuharap….” Ia ragu-ragu.


Tentu saja Ram tahu apa yang akan diharapkannya. Anak laki-laki itu berharap memiliki saudara laki-laki seperti saudaranya. Tapi apa yang dikatakan anak laki-laki itu membuat Ram seperti dijatuhkan sampai ke tumitnya. 


“Kuharap aku bisa menjadi saudara seperti saudaramu itu.”


Ram menatap anak laki-laki itu dengan takjub, lalu dengan impulsif ia menambahkan, 


“Apakah kau ingin naik mobil saya?”


“Oh iya, saya akan menyukainya,” kata anak laki-laki itu.


Setelah perjalanan singkat, anak laki-laki itu  berbalik dan dengan matanya berbinar-binar, berkata, 


“Maukah Anda mengemudi di depan rumah saya?”


Ram tersenyum simpul. Ia pikir ia tahu apa yang anak laki-laki itu inginkan. Ia ingin menunjukkan kepada tetangganya bahwa ia bisa pulang ke rumah dengan mobil besar. Tapi Ram salah lagi.


“Maukah Anda berhenti tepat dua langkah dari sini?” tanya anak laki-laki itu. Ia kemudian berlari menaiki tangga.


Tak lama Ram mendengarnya kembali, tapi ia tidak terlihat buru-buru. Anak laki-laki itu menggendong saudara laki-lakinya yang lumpuh. Ia mendudukkannya di tangga paling bawah, lalu seperti mencengkeram lehernya dan menunjuk mobil itu.


“Itu dia, saudaraku. Suatu hari nanti saya akan memberikannya benda cantik yang saya tunjukkan di toko dalam perjalanan kita tadi,” kata anak laki-laki itu.


Ram keluar dan mengangkat anak lumpuh itu ke kursi depan mobilnya. Saudara laki-lakinya yang bermata biru itu duduk di sampingnya dan mereka bertiga memulai perjalanan yang tak terlupakan.


Sumber: Intisari Online

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-