Kisah Inspiratif: Harga Ilmu
Rabu, 09/08/2017 - 17:45 WIB
images-artikel/kecil/socialShareImage.img.png
Sumber: sas.com
 
 
Jakarta -

Pagi itu merupakan pagi yang sangat indah. Mencius, seorang filsuf terkenal di Tiongkok memanfaatkan pagi itu dengan duduk-duduk santai di sebuah taman yang juga sangat indah. Beberapa orang muridnya yang sesungguhnya adalah guru-guru yang berpengalaman melintas di sana. Mereka mendapati Mencius duduk santai. Mereka pun menghampirinya.


"Guru, apa kabar? Sedang santai rupanya ya. Bolehkah kita berbincang sejenak?"


"Tentu saja, silakan," seru Mencius.


Mereka pun asyik menceritakan pengalaman-pengalaman dalam mengajar. Hingga suatu ketika, salah seorang dari antara mereka bertanya. 


"Ada satu yang mengganggu saya, zaman sekarang para murid menjadi makin malas dan semakin tidak mau belajar. Bagaimana caranya agar mereka mau mendengar pengajaran kita dan menghargai semua pelajaran yang kita berikan dengan susah payah?"


"Kamu benar-benar ingin tahu? Berapa uang yang ada di saku kalian sekarang? Keluarkanlah dan berikan pada saya." Tanya Mencius


Mereka pun mengeluarkan. Salah seorang dengan ragu berkata, 


"Tapi ini adalah gaji saya selama sebulan. Tolong jangan diambil."


"Oooh.. kalau kalian ragu lebih baik tidak usah saja. Tidak mengapa, kok." Kata Mencius lagi.


Namun karena penasaran dan didorong oleh temannya yang lain, akhirnya orang itu menyerah dan memberikan gaji sebulannya ke Mencius. Mencius menjawab, 


"Nah kira-kira kamu bakalan lupa tidak, tentang pelajaran hari ini? Kalau saya kasih pelajaran gratis, kalian tidak akan menghargainya dan akan segera dilupakan. Sebab itu, walaupun hal yang kamu berikan (ilmu) itu gratis, tapi kamu harus memberikan syarat yang menantang bila murid kalian memang sungguh mau belajar."


Sobat Souja, 


Sebuah buku atau suatu ilmu yang diberikan gratis, pada umumnya kurang dihargai. Mereka yang membeli buku yang harganya sangat mahal, umumnya orang yang menghargai ilmu dalam buku itu & otomatis ia akan membaca dan menggunakan ilmu dari buku tersebut.  Demikian juga dengan seminar, mengapa banyak orang menghadiri seminar atau konferensi di Luar negeri yg harganya terkadang mahal sekali? Karena mereka merasa ilmu-ilmu yang ada di sana sangat dahsyat & berguna. 


Mereka yang tidak mau membayar mahal untuk sebuah ilmu adalah mereka yang kurang mau berusaha membentuk dirinya menjadi lebih baik di masa mendatang. Satu hal yang terpenting untuk kita sadari adalah:


“Hal yang termahal di dunia ini adalah mengabaikan pendidikan untuk diri kita. Sebab investasi pendidikan untuk diri kita sesungguhnya akan menjadi murah tatkala kita menggunakannya bagi keberhasilan diri kita.”


Sumber: www.andriewongso.com

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Jumat, 01/08/2014 - 00:09 WIB
Jumat, 29/08/2014 - 08:57 WIB
Sabtu, 16/08/2014 - 10:15 WIB
Rabu, 13/08/2014 - 09:13 WIB
Minggu, 03/08/2014 - 13:18 WIB
Jumat, 08/08/2014 - 10:53 WIB