Kisah Inspiratif: Hukum Tabur Tuai
Senin, 26/02/2018 - 15:06 WIB
images-artikel/kecil/planting-seeds-jpg.jpg
Sumber: bing.com
 
 
Jakarta -

Alkisah, seorang mahasiswa sedang berjuang membayar biaya kuliahnya. Dia seorang yatim piatu, dan kebingungan mencari cara untuk melunasi biaya tersebut. Suatu hari, muncul sebuah ide cemerlang di benaknya. Pemuda itu, bersama seorang temannya memutuskan untuk mengadakan konser musik di kampus dengan tujuan menggalang dana demi kuliah mereka. Mereka berhasil mengontak pianis terkenal bernama Ignacy J. Paderewski. Manajernya meminta pembayaran sebesar 2.000 dolar untuk pertunjukan piano yang akan ditampilkan. Mereka pun berhasil mencapai kata sepakat.


Kedua mahasiswa itu pun mulai bekerja agar konser musik ini berjalan sukses. Hari yang ditunggu-tunggu tiba juga. Paderewski tampil memukau di Stanford University. Sayangnya, pertunjukan itu ternyata tidak begitu laris. Kedua mahasiswa itu hanya berhasil mendapatkan pemasukan 1.600 dolar. Dengan perasaan kecewa, mereka berdua mendatangi pianis terkenal itu dan menjelaskan keadaan mereka. Tak lupa mereka membawa seluruh uang hasil pertunjukan, yakni uang sebesar 1.600 dolar, beserta sebuah cek dengan nilai 400 dolar untuk memenuhi perjanjian kontrak. Mereka berjanji untuk membayarkan cek itu secepat mungkin.


“Tidak. Saya tidak terima ini,” kata Paderewski dengan tegas, saat disodori cek.


Lalu, cek itu dirobeknya, dan dikembalikannya uang sebesar 1.600 dolar itu sembari berkata pada kedua mahasiswa tersebut, 


“Ini uang konser kalian. Kurangi dengan biaya yang sudah kalian keluarkan. Lalu, sisihkan uang yang kalian butuhkan untuk biaya kuliah. Kemudian, baru berikan sisanya padaku.” 


Kedua mahasiswa itu begitu terkejut, dan tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih. Bagi Paderewski, tindakan kebaikan itu tidak seberapa. Tapi apa yang telah dilakukannya itu jelas menandakan bahwa ia adalah seorang manusia yang luar biasa. Di kemudian hari, dia menjadi Perdana Menteri Polandia. Tak diragukan lagi, dia adalah pemimpin yang hebat. Tapi sayangnya, saat dia memerintah, negerinya porak-poranda karena dampak perang. Ada lebih dari 1,5 juta orang yang menderita kelaparan di negaranya, dan tidak ada dana tersisa untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi rakyatnya. Paderewski tidak tahu harus meminta bantuan pada siapa. Tapi akhirnya dia berhasil meminta bantuan pada Badan Pengawas Makanan dan Bantuan Amerika Serikat.


Saat itu pemimpinnya bernama Herbert Hoover, yang di kemudian hari menjadi Presiden AS ke-31. Hoover langsung setuju untuk membantu dan segera mengirimkan berton-ton gandum untuk memberi makan rakyat Polandia yang sangat membutuhkan. Sebuah bencana kemanusiaan besar pun berhasil dicegah. Paderewski lega sekali. Dia pun memutuskan untuk menemui Hoover dan secara langsung berterima kasih padanya. Ketika Paderewski mulai mengucapkan terima kasih kepada Hoover atas tindakannya yang mulia, Hoover cepat-cepat menyelanya dan berkata, 


“Anda tidak perlu berterima kasih, Perdana Menteri. Anda mungkin tidak mengingat kejadian ini, tapi puluhan tahun lalu, Anda sudah menolong dua mahasiswa muda menyelesaikan kuliahnya di Amerika Serikat. Saya adalah salah satunya.”


Sobat Souja, 


Kisah nyata ini kembali menguatkan kita bahwa Hukum Sebab-Akibat, Hukum Tabur-Tuai, Hukum Tuhan tidak pernah bohong. Kita akan menuai dari apapun yang kita tanam. Apa yang kita tanam, semisal kejahatan atau kejelekan, suatu hari kita akan menanggung akibat dari perbuatan kita. Sebaliknya, kalau kita bisa menanam kebaikan, ketulusan atau kejujuran, suatu hari secara langsung atau tidak langsung, kita akan mendapat kebaikan yang setimpal, bahkan lebih dari apa yang kita berikan. Maka, dalam menjalani kehidupan ini, perlu kita praktikkan Hukum Tabur Tuai. Pada setiap kesempatan yang muncul, mari selalu berusaha berbuat kebaikan dengan tulus dan ikhlas kepada sekeliling kita. Yakin, hidup kita pasti akan terberkahi dengan kedamaian dan kebahagiaan. 


Sumber: Andriewongso.com

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Jumat, 21/09/2018 - 13:02 WIB
Kamis, 06/09/2018 - 00:06 WIB
Sabtu, 01/09/2018 - 05:44 WIB
Sabtu, 01/09/2018 - 05:41 WIB
Minggu, 09/09/2018 - 06:23 WIB
Selasa, 11/09/2018 - 22:28 WIB
Minggu, 02/09/2018 - 09:56 WIB
Rabu, 05/09/2018 - 04:12 WIB
Rabu, 12/09/2018 - 11:25 WIB