Kisah Inspiratif: Lin Pao dan Kepala Sekolah
Minggu, 19/08/2018 - 04:36 WIB
images-artikel/kecil/550px-nowatermark-Draw-a-Cartoon-Man-Step-14-preview-Version-2.jpg
Sumber: bing.com
 
 
Jakarta -

Pada jaman dahulu kala di Cina, ada seorang pelajar bernama Lin Pao. Ia terlalu sering membolos sehingga kepala sekolah tempat Lin Pao belajar memutuskan akan mengeluarkannya dari sekolah. Kepala sekolah menyuruh seorang guru untuk memanggil Lin Pao. Lin Pao tahu bahwa ia akan dikeluarkan oleh kepala sekolah. Ia mencari akal agar tidak dikeluarkan dari sekolah. Lin Pao datang menemui kepala sekolah saat ia hendak berangkat makan slang.


"Nanti saja bertemunya Lin Pao, aku hendak ma- kan siang dulu," kata kepala sekolah.


"Maafkan saya, Pak. Aku mengakui bahwa aku sering terlambat dan bolos sekolah. Penyebabnya adalah karena aku baru saja menemukan sebongkah emas di ladang keluargaku" kata Lin Pao.


"Sebongkah emas! Ya ampun, apa yang akan kau lakukan dengan emas sebanyak itu?" kata kepala sekolah terkejut."


"Aku akan membuat rumah mewah, membeli tanah yang luas, dan beberapa ratus ternak. Aku juga akan memberimu bagian, Pak. ltu sebagai imbalan karena aku sering merepotkanmu" kata Lin Pao dengan tenang.


Kepala Sekolah senang sekali mendengar itu. Lalu, ia mengajak Lin Pao makan siang. Lin Pao makan dengan lahapnya. Lauk pauk ikan ia makan dengan cepat hingga tinggal tersisa sedikit. Sementara itu, kepala sekolah tidak makan. Ia sudah tidak sabar ingin tahu berapa banyak bagian emas yang ia akan dapatkan dari Lin Pao. Kepala sekolah sudah membayangkan bahwa ia akan membeli beberapa petak sawah dengan emas pemberian Lin Pao. Akhirnya, kepala sekolah berkata pada Lin pao lagi, 


"Aku harap kamu menyimpan emasmu di tempat yang aman," katanya.


Lin Pao minum dan menyeka mulutnya dengan tangan. "Aku tidak melakukan itu," katanya tenang.


"Emas itu sudah lebih dulu menghilang saat ibuku menggoncang-goncangkan tubuhku dan menyuruhku bangun," jawab Lin Pao kembali.


"Apa? Maksudmu semua itu hanyalah mimpi?" tanya kepala sekolah. 


Kepala sekolah murka sehingga wajahnya merah. Tapi, ia berusaha mengontrol dirinya agar tidak marah.


"Aku senang kau ingat aku di mimpimu. Aku harap kau pun ingat aku saat engkau benar-benar menemukan emas. Sekarang, pergilah!" kata kepala sekolah sambil menahan marah.


Lin Pao pun pergi dengan tenangnya. Setelah Lin Pao pergi, kepala sekolah baru sadar bahwa dia sudah melupakan rencananya mengeluarkan Lin Pao dari sekolah. Untuk sementara, selamatlah Lin Pao dari hukuman kepala sekolah karena tergiur oleh iming-iming emas.


Sobat Souja, 


Pesan moral dari cerita tersebut di atas adalah jangan pernah tergiur oleh rayuan orang lain yang aka membuatmu justru rugi, seperti kepala sekolah tempat Lin Pao bersekolah. Jadilah anak yang pintar dan baik hati. Hal itu akan membuat orangtuamu bangga.


Sumber: dongengceritarakyat.com

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-