Kisah Inspiratif: Mencari yang Terbaik
Senin, 13/11/2017 - 10:47 WIB
images-artikel/kecil/two-people-agreement-shaking-hands.jpg
Sumber: bing.com
 
 
Jakarta -

Alkisah, ada seorang raja yang bijaksana. Rakyatnya hidup makmur sejahtera. Beliau punya dua orang putra yang sama-sama hebatnya. Karena itu, dia kebingungan, mana putranya yang akan diangkat jadi putra mahkota menggantikan dirinya. Raja berharap, saat dirinya digantikan, rakyatnya tetap hidup dengan baik. Maka, suatu hari, ia pun bertanya pada kedua putranya, 


“Apa yang ingin kalian perbuat pada kerajaan ini jika menggantikanku?”


Putra pertama menjawab, 


“Ayah, kutahu kerajaan kita sudah sangat sejahtera. Karena itu, jika Ayah memberikan kepercayaan kepadaku, aku akan membuatnya makin kaya dan sejahtera. Kerajaan ini akan makin aku besarkan, bahkan hingga ke kerajaan tetangga!


Sementara itu, putra keduanya berkata, 


“Ayah, aku tahu kerajaan ini sudah sejahtera. Karena itu, jika Ayah memercayakan kerajaan ini padaku, aku akan membuat rakyat makin sejahtera dengan menjaga tata nilai kerajaan ini agar mereka makin peduli satu sama lain. Aku berharap, bukan hanya sejahtera, semua rakyat bisa bahagia karena saling menjaga harmonisasi kehidupan di antara mereka.”


Raja berpikir sejenak, kemudian menjawab, 


“Kalian berdua adalah putra terbaik di kerajaan ini. Jawaban kalian berdua tentang masa depan kerajaan ini, sama baiknya. Karena itu, aku mempertimbangkan agar kalian berdua bisa memerintah. Kerajaan ini bisa dibagi dua, untuk kalian kembangkan sesuai dengan apa yang sudah kalian sampaikan tadi.”


“Ayah betul. Kita bagi saja kerajaan ini jadi dua. Aku akan tunjukkan kepada ayah bahwa aku pasti bisa jadi raja yang lebih baik,” sambut putra pertama.


Namun, putra kedua cepat-cepat menukas, 


“Ayah, daripada kerajaan dibagi dua, saya rela tidak menjadi raja. Saya hanya ingin rakyat sejahtera. Saya khawatir, jika kerajaan ini dipecah jadi dua, yang ada bukannya sejahtera, tapi akan hancur berantakan karena bisa muncul perselisihan. Saya rela kerajaan ini diserahkan sepenuhnya pada kakak, asal kerajaan ini tetap bersatu dan harmonis.”


Raja tersenyum. 


“Putraku. Kamulah pemimpin sejati kerajaan ini. Kamu tidak rela kerajaan ini pecah. Itu tanda bahwa kamu tidak haus akan kekuasaan. Nah, putra pertamaku. Aku tahu kamu juga hebat. Karena itu, bantu adikmu ini membangun kerajaan ini lebih sejahtera. Namun, kamu harus belajar lebih bijak, bahwa kekuasaan harus lebih digunakan untuk kebaikan.”


Putra pertama tertunduk malu. Ia pun berjanji, ia akan menjadikan nasihat ayahnya itu untuk menjadi orang serta pemimpin yang lebih baik. Dengan besar hati, ia menerima keputusan ayahnya dan bersedia membantu adiknya untuk membangun kerajaan yang lebih sejahtera.


Sobat Souja, 


Kisah tersebut menggambarkan bagaimana kekuasaan harusnya dimanfaatkan untuk melakukan hal-hal berlandaskan kebijaksanaan. Karena itu, saat kita memiliki uang, saat kita berada di atas, saat kita punya kuasa, akan jauh lebih bermakna jika kita bisa menggerakkan banyak orang untuk mencapai kebaikan dan kebahagiaan bersama. Karena itu, pepatah 


“jika memiliki uang, kita dapat menggerakkan siapa pun bekerja untuk kita”


akan kita maknai sebagai hal untuk mendorong terciptanya banyak kebaikan, dan bukan sebaliknya.


Sumber: Andriewongso.com

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Senin, 03/11/2014 - 09:24 WIB
Selasa, 04/11/2014 - 18:10 WIB
Jumat, 21/11/2014 - 10:12 WIB
Jumat, 07/11/2014 - 17:00 WIB
Sabtu, 01/11/2014 - 10:01 WIB
Kamis, 20/11/2014 - 09:51 WIB