Kisah Inspiratif: Never Too Late to Learn
Senin, 18/06/2018 - 07:19 WIB
images-artikel/kecil/Never-too-late-to-learn.jpg
Sumber: bing
 
 
Jakarta -

Pada suatu hari saat hari pertama perkuliahan di sebuah universitas, seorang profesor memperkenalkan dirinya dan menantang para mahasiswa untuk lebih mengenal seseorang yang sebelumnya belum pernah dikenal. Steve kemudian berdiri dan melihat sekeliling, dan pada saat itu sebuah tangan menyentuh bahunya. Ia berbalik dan mendapatkan seorang wanita tua bertubuh kecil dengan rambut ikalnya menatap dengan wajah yang tersenyum. Dia berkata, 


“Hai, tampan. Namaku Rose. Umurku enam puluh tujuh tahun. Bolehkah aku memberimu sebuah pelukan?” 


“Tentu saja kamu boleh!” dan dia pun memeluk Steve dengan hangat.


"Mengapa kamu berada di kampus ini pada usia ini?” tanya Steve


Sambil bercanda, dia menjawab, 


“Aku ada disini untuk mencari suami yang kaya, kemudian kami menikah, memiliki dua orang anak, kemudian kami mengambil pensiun dan melakukan travelling.”


“Ayolah yang serius. Aku begitu sangat penasaran, hal apa yang telah memotivasi dirinya untuk berani mengambil tantangan ini di usianya yang tidak muda lagi,” tanya Steve lagi. 


“Aku selalu bermimpi memiliki pendidikan yang tinggi di sebuah universitas dan saat ini aku sedang melakukannya!” gadis itu kemudian menjawab.


Seusai kelas, mereka berjalan ke ruangan aula dan saling berbagi milkshake coklat. Setiap harinya selama tiga bulan berikutnya keduanya selalu meninggalkan kelas bersama-sama dan mengobrol tanpa henti. Steve selalu seperti terhipnotis untuk mendengarkan mesin waktu dari si gadis ini pada saat ia membagi segala kebijaksanaan dan pengalaman-pengalamannya. Selama tahun pelajaran itu, Rose menjadi seorang ikon kampus dan kemanapun dia pergi dia selalu begitu mudah untuk mendapatkan teman. Dia begitu menyukai segala perhatian yang ia dapatkan dari siswa-siswa lainnya, yang menurut Steve adalah sebuah anugerah.


Pada akhir semester, Rose didapuk memberikan sebuah pidato dalam pembukaan pertandingan sepakbola di kampus. Ia dipanggil dan diperkenalkan ke seluruh mahasiswa, dan ia kemudian melangkah menaiki podium. Saat ia mengambil lembaran-lembaran kertas yang berisi catatan pidatonya, ia menjatuhkan tiga dari lima lembar kertas yang di pegangnya ke lantai. Dengan wajah yang agak frustrasi dan merasa malu, ia maju ke mikrofon dan berkata ringan, 


“Maaf, aku merasa sangat gugup. Aku memberi bir ku untuk Lent dan wiski ini membunuhku! Aku takkan pernah dapat menyampaikan pidato seperti yang telah aku persiapkan sebelumnya, jadi ijinkan aku untuk menyampaikan apa yang aku tahu. Kita tidak berhenti bermain karena kita tua; kita menjadi tua karena kita berhenti bermain. Ada empat rahasia untuk membuat kita tetap muda, berbahagia dan meraih kesuksesan. Kamu harus tertawa setiap harinya. Kamu harus mempunyai sebuah mimpi. Saat kamu kehilangan mimpimu, maka kamu mati. Ada begitu banyak orang yang berjalan di sekitar kita yang sebenarnya telah ‘mati’ dan mereka tidak menyadarinya!

Ada suatu perbedaan yang sangat besar antara tumbuh menjadi dewasa dan tumbuh menjadi lebih tua. Jika kamu berusia sembilan belas tahun dan berbaring di tempat tidur selama setahun penuh dan tidak melakukan satu kegiatan produktif apapun, kamu akan berubah menjadi duapuluh tahun. Dan jika aku berusia enam puluh tujuh tahun dan tetap berada di tempat tidur selama setahun dan tidak pernah melakukan apapun, aku akan menjadi enam puluh delapan. Semua orang bisa tumbuh menjadi lebih tua. Hal tersebut tidak akan mengambil bakat atau kemampuan apapun. Tapi yang terbaik adalah untuk dapat tumbuh dengan selalu menemukan kesempatan di dalam perubahan.

Jangan pernah menyesal. Para orang-orang yang berusia cukup tua biasanya tidak memiliki penyesalan atas apa yang telah kami lakukan, tapi lebih pada penyesalan pada apa yang tidak kami lakukan. Orang-orang yang takut akan kematian hanyalah mereka yang mempunyai penyesalan.”


Pada akhir tahun Rose berhasil menyelesaikan kuliahnya yang telah ia mulai sejak bertahun-tahun yang lalu. Satu minggu setelah acara wisuda, Rose meninggal dengan tenang di dalam tidurnya.


Sobat Souja, 


Pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah ini adalah:
• Tidak pernah terlambat buat kita untuk belajar
• Tertawalah dan temukan segala kelucuan itu setiap harinya
• Jangan biarkan perubahan menguasaimu, tapi biarkan perubahan itu membantumu untuk menemukan kesempatan yang mungkin sebelumnya belum pernah kamu lihat.


Sumber: termotivasi.com

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Kamis, 12/07/2018 - 11:55 WIB