Kisah Inspiratif: Paduka Raja dan Pengawal
Selasa, 08/08/2017 - 15:33 WIB
images-artikel/kecil/Sultan Harun Al Rasyid.jpg
Sumber: bing.com
 
 
Jakarta -

Dikisahkan pada suatu hari terdapat seorang raja yang sangat gemar berburu. Selagi berburu, kuda miliknya meringkik sambil mengangkat kakinya ke atas. Raja pun terkejut bukan kepalang, ia pun terpelanting cukup jauh. Dengan segenap kekuatannya ia pun mencoba bangkit. Saat ia hampir menduduki lagi kudanya, ia menemukan kenyataan bahwa rupanya ia kini cacat. Ya, kecelakaan tadi membuat Sang Raja kini tidak punya jari kelingking. Raja pun murka dan mengeluarkan sumpah serapahnya. 


"Paduka Raja, sudahlah. Ini adalah musibah bagi engkau agar semakin tabah menerima cobaan. Fisikmu masih luar biasa meski kehilangan kelingking," ungkap salah seorang ajudannya. 


"Tidak bisa! Kuda itu kurangajar! Aku tidak bisa menjadi raja yang cacat!!! Dasar kau tidak berguna. Sesampainya di istana kau akan langsung kupenjarakan!" begitu hardik Sang Raja kepada salah seorang pengawalnya itu. 


Mereka pun kembali memacu kuda masing-masing. Benar saja, sesampainya di istana Sang Raja membuktikan ucapannya. Ia lantas memenjarakan salah seorang pengawalnya tadi karena telah berbicara lancang,"


Lima tahun berselang. Saat Sang Raja kembali berburu, ia mendapat masalah besar. Sekelompok suku primitif menyanderanya karena disangka akan menghancurkan suku mereka. Sang Raja amat ketakutan, suku primitif ini akan mempersembahkan tubuh Raja sebagai tumbal kepada Dewa. Setelah kondisi fisiknya diperiksa, kepala suku terkejut mendapati fisik Raja tidak sempurna. Kelingkingnya putus. 


Sebagai gantinya, kepala suku mempersembahkan ajudan Raja. Pemimpin kerajaan itu pun dipulangkan, sementara ajudan yang ikut berburu dengannya dijadikan tumbal. Kejadian itu membuat Raja lantas tersadar dengan perbuatannya lima tahun lalu kepada salah seorang pengawalnya. 


"Saya sangat bersyukur tidak punya kelingking. Akibat ini semua, saya tidak jadi dijadikan tumbal untuk para Dewa. Maafkan aku pengawal, seharusnya aku tidak memenjarakanmu. Seluruh perkataanmu benar adanya, aku harus bersyukur dengan musibah yang sudah dianugerahkan kepadaku," ungkap Raja penuh sesal. 


"Saya pun demikian adanya wahai Paduka Raja. Andaikan saya tidak dipenjarakan, mungkin sayalah yang menemani Anda berburu saat itu, kemudian dijadikan tumbal,"


Saat itu juga Raja melepaskan sang pengawal. 

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Sabtu, 04/10/2014 - 10:01 WIB
Kamis, 16/10/2014 - 18:22 WIB
Rabu, 01/10/2014 - 17:35 WIB
Selasa, 28/10/2014 - 09:32 WIB
Rabu, 01/10/2014 - 11:32 WIB
Rabu, 29/10/2014 - 18:05 WIB