" />
Kisah Inspiratif: Palu, Kaca dan Baja
Minggu, 20/05/2018 - 11:00 WIB
images-artikel/kecil/kaca-palu-vert.jpg
Sumber: bing.com
 
 
Jakarta -

Sobat Souja, ada sebuah pepatah yakni:


"Palu Menghancurkan Kaca Tetapi Palu pula yang Membentuk Baja"


Apa makna dari pepatah diatas?


Jika jiwa kita rapuh seperti kaca, maka ketika palu atau masalah menghantam, kita akan mudah putus asa, frustasi, kecewa, marah, dan jadi remuk redam. Jika kita adalah kaca, maka kita juga rentan terhadap benturan, mudah tersinggung, kecewa, marah, atau sakit hati saat kita berhubungan dengan orang lain. Sedikit benturan saja, sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan hubungan kita. Jadi, jangan pernah menjadi kaca, tapi jadilah baja. Mental baja adalah mental yang selalu positif, bahkan tetap bersyukur di saat masalah dan keadaan yang benar-benar sulit tengah menghimpit.


Mengapa demikian?


Orang yang seperti ini selalu menganggap bahwa 


“Masalah adalah proses kehidupan untuk membentuknya menjadi lebih baik”. 


Sepotong besi baja akan menjadi sebuah alat yang lebih berguna setelah lebih dulu ditempa dan dibentuk dengan palu. Setiap pukulan memang menyakitkan, namun mereka yang bermental baja selalu menyadari bahwa itu baik untuk dirinya. Jika hari ini kita sedang dilanda masalah hidup, jangan pernah merespons dengan sikap yang keliru! Jika kita adalah baja, kita akan selalu melihat palu yang menghantam kita sebagai sahabat yang akan membentuk kita. Sebaliknya jika kita kaca maka kita akan selalu melihat palu sebagai musuh yang akan menghancurkan kita. 



Semoga menginspirasi! 


Sumber: inmotivasi.blogspot.co.id

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Minggu, 03/06/2018 - 11:49 WIB
Jumat, 01/06/2018 - 04:32 WIB
Jumat, 08/06/2018 - 23:04 WIB