Kisah Inspiratif: Persahabatan Ikan Gabus
Senin, 12/03/2018 - 14:36 WIB
images-artikel/kecil/images.png
Sumber: Bing.com
 
 
Jakarta -

Alkisah, hiduplah seekor tupai dan seekor ikan gabus di danau di daerah Kalimantan Barat. Di antara keduanya terjalin persahabatan yang erat. Berat soma dipikul, ringan sama dijinjing. Apabila si Tupai kesusahan, si Ikan Gabus menolongnya. Begitu pula, jika si Ikan Gabus dilanda kesedihan, maka si Tupai menghibur hatinya. Pada suatu hari si Ikan Gabus terserang penyakit. Si Tupai dengan setia menunggu temannya yang sakit. Beberapa hari belakangan ini, badannya begitu lemah, si Ikan Gabus tidak mau makan. Dengan kondisi lemah Si perut yang kosong, tentulah penyakit akan sulit disembuhkan. Si Tupai berusaha membujuknya untuk makan, meski sedikit saja. Rupanya, si Ikan Gabus hanya mau makan dengan hati ikan Yu.


Berat hati si Tupai mendengar permintaan si Ikan Gabus. Hal ini merupakan sesuatu yang mustahil. Ikan Yu termasuk binatang paling ganas di lautan. Ikan tersebut hanya hidup di lautan lepas. Menimbang-nimbang itu semua, hatinya sedih mengingat kondisi sahabatnya yang terus melemah. Akan tetapi, kehilangan satu sahabat merupakan kerugian yang tak bisa tergantikan dengan apapun. Akhirnya, ia pun pergi mencari ikan Yu. Dengan segenap pikirannya, si Tupai mencari akal bagaimana caranya ia mendapatkan hati ikan Yu. Akhirnya ia menemukan ide untuk sampai di ke dalaman laut lepas dan bertemu dengan ikan Yu.


Si Tupai meloncat-loncat dari satu pohon ke pohon lainnya. Ia hinggap di pohon kelapa yang batangnya menjorok ke laut. Pelan-pelan digigitnya sebutir kelapa sampai tercipta lubang yang cukup besar. Setelah airnya habis, ia masuk ke dalam buah kelapa itu. Kemudian dari dalam kelepa, ia menggerogoti tangkai buah kelapa itu hingga terlepas. Segala ketakutan tidak dihiraukannya. Ia berani menghadapi bahaya besar demi kesembuhan sahabatnya. Singkat cerita, buah kelapa itu jatuh tercebur ke laut lepas. Ombak laut yang berdebur dengan kerasnya mengempaskan buah kelapa itu sampai ke tengah, Seketika itu juga, seekor ikan Yu besar mengejar buah kelapa yang terombang-ambing oleh gelombang. Dengan rakus, ia menelan biji kelapa yang dikiranya makanan. Buah kelapa langsung masuk ke perut ikan tanpa dikunyah dahulu. 


Si Tupai keluar dari lubang kelapa dan mengigiti hati ikan Yu. Ikan Yu sangat kesakitan dan badannya terbawa arus menuju pantai. Setelah sekian lama menggelapar, ikan Yu tiba di pantai dalam kondisi kehabisan tenaga. Tidak lama kemudian ikan Yu pun mati. Si Tupai berhasil keluar dari perut ikan Yu dengan membawa hati ikan Yu. Dengan penuh rasa suka cita dibawanya hati Ikan Yu ke tempat sahabatnya, si ikan Gabus. Ikan Gabus merasa senang dengan kedatangan Tupai yang membawa hati ikan Yu. Tanpa ditunggu lama ikan Gabus memakan hati ikan Yu yang terlebih dahulu disiapkan oleh si Tupai.


Sungguh ajaib, tidak lama setelah memakan hati Ikan Yu, si Ikan Gabus perlahan kondisinya membaik dan akhirnya sembuh seperti sediakala. Ia sangat gembira dan berterimakasih kepada sahabatnya. Kemudian ia meloncat-loncat dalam telaga. Sungguh bahagia hatinya memiliki seorang sahabat sejati. Sejak scat itu, persahabatan mereka terjalin begitu kuat. Si Ikan Gabus berjanji akan membantu dengan sepenuh hati, apabila suatu saat si Tupai dilanda musibah yang sama.


Sobat Souja, 


Persahabatan sejati merupakan harta yang tak ternilai harganya. Kesetiaan dan kesungguhan hati menolong sesama, akan memberikan kebahagian. Maka, jagalah persahabatan dengan ucapan dan tindakan yang baik.


Sumber: DongengceritaRakyat.com

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Jumat, 01/06/2018 - 04:32 WIB
Minggu, 03/06/2018 - 11:49 WIB
Jumat, 08/06/2018 - 23:04 WIB