Kisah Inspiratif: Sang Pemburu dan Induk Burung
Rabu, 28/02/2018 - 08:35 WIB
images-artikel/kecil/the_hunter__wissam_asaad.jpeg
Sumber: cartoonmovement.com
 
 
Jakarta -

Alkisah, ada seorang pemuda yang suka berburu. Hari ini ia akan pergi berburu di hutan. Ia membawa senapan miliknya. Selama ini, ia tak pernah meleset saat menembak sasarannya. Pemuda itu selalu berhasil membawa binatang buruan saat ia pulang. Sesampainya di hutan, pemuda itu ditemui oleh induk burung. 


"Hei pemburu, aku ingin meminta sesuatu padamu. Aku mohon penuhilah permintaanku," ucap induk burung.


"Baiklah, aku akan penuhi permintaanmu," jawab pemuda itu.


"Kau boleh berburu apa pun di hutan ini. Tetapi, aku mohon jangan bunuh anak-anakku," pinta induk burung.


"Aku berjanji tidak akan menembak anak-anakmu. Tetapi, bagaimana aku tahu jika itu adalah anakmu? Jelaskanlah seperti apa anak-anakmu," kata pemburu.


"Anak-anakku adalah anak-anak burung tercantik di hutan ini," ujar induk burung.


Pemuda itu mengerti. Ia tidak akan menembak burung-burung yang terlihat cantik. Induk burung pun merasa lega. Ia tak khawatir lagi pemburu akan menembak anak-anaknya. Dor! Dor! Dor! Terdengar suara tembakan. Beberapa kali pemburu itu melepaskan pelurunya. Meskipun induk burung sudah meminta kepada pemburu agar tak menembak anak-anaknya, tetapi induk burung ingin tahu, siapa yang telah ditembak oleh pemburu itu. Induk burung kaget bukan kepalang. Pemburu itu membawa anak-anak burung, dan mereka semua sudah mati tertembak.


"Hei, pemburu! Kenapa kau tak memenuhi janjimu? Kau menembak semua anak-anakku!" seru induk burung.


"Aku tak tahu kalau ini adalah anak-anakmu. Kau bilang anak-anakmu adalah burung-burung tercantik di hutan ini. Sedangkan aku menembak burung terjelek di hutan ini," jawab Pemburu.


Induk burung semakin menangis sedih. Baginya, memang anak-anaknya adalah anak-anak yang tercantik di hutan ini. Bahkan di bumi ini, anaknya baginya adalah yang tercantik. Induk burung lantas meminta agar anak-anaknya dikembalikan kepadanya, meskipun mereka semua sudah mati. Ia menyesal tak memberikan ciri-ciri anaknya secara jelas kepada si pemburu. Namun, semuanya sudah terlambat. Dan apa yang hilang, tidak bisa kembali.


Sobat Souja, 


Pesan moral dari kisah tersebut adalah sampaikanlah pesan secara jelas agar orang yang mendengarkan memahaminya.


Sumber: dongengceritarakyat.com

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-