Kisah Inspiratif: Sang Pemuji Raja
Kamis, 23/08/2018 - 07:06 WIB
images-artikel/kecil/p02mr1fy.jpg
Sumber: bing.com
 
 
Jakarta -

Pada suatu hari, ada tiga ekor Ikan yang hidup dalam sebuah kolam yang cukup besar. Ketiga Ikan tersebut bersahabat. Namun, memiliki sifat yang sangat berbeda. Ikan yang pertama memliki sifat yang sangat bijaksana. Ia akan bepikir terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu. Ikan kedua sangat pintar, ia mampu membuat keputusan sangat cepat apabila sedang dibutuhkan. Sedangkan, Ikan yang ketiga memiliki sifat pasrah. Ia percaya dengan nasib. Suatu hari, pada saat matahari sudah terbenam. Tanpa sengaja Ikan pertama yang bijaksana mendengar percakapan dua ekor Beruang.


‘’Lihatlah kawan! Ada Ikan-ikan besar yang segar di kolam ini. Ayo kita kembali besok untuk menangkap Ikan-ikan ini.’’ Kata Beruang pertama.


Kedua beruang itu pergi meninggalkan kolam Ikan. Mereka pun merencanakan rencananya untuk menangkap Ikan-ikan tersebut. Ikan pertama pun segara menemui kedua sahabatnya dan memceritakan apa yang ia dengar dengan penuh rasa takut.


‘’Apa yang harus kita lakukan? Jika kedua Beruang itu datang ?’’ tanya Ikan kedua cemas.


Mereka bertiga pun berpikir cukup lama.


‘’Bagaimana jika kita meninggalkan tempat ini secepatnya? Kita dapat berenang melalui sebuah saluran, kita pun dapat mencapai ke kolam yang lain dan selamat. Bagaimana?’’ kata Ikan pertama.


Mereka pun memikirkan usulan dari Ikan pertama.


‘’Mengapa kita harus pergi sekarang? Kita tunggu saja hingga para Nelayan datang. Setelah itu aku akan mencari sebuah akal untuk melepaskan diri.’’ Ucap Ikan kedua.


‘’Aku sudah lama tinggal dalam kolam ini. Bagaimana bisa aku meninggalkan kolam ini? Apapun yang akan terjadi akan selalu terjadi. Karena itu, aku tidak akan meninggalkan tempat ini.’’ Jawab Ikan ketiga .


Mendengar pendapat kedua sahabatnya tersebut. Akhirnya, Ikan pertama yang bijaksana pergi meninggalkan kolam melalui saluran tanpa kedua sahabatnya. Ia pun menuju rumahnya yang baru.


‘’Akhirnya aku selamat dari kedua Beruang besar itu.’’ Ujar Ikan pertama dengan perasaan lega. Ikan pertama tidak mau mendapat masalah begitu bahaya datang, ia segera antisipasi cari aman.


Keesokkan harinya, kedua Beruang itu pun kembali datang ke kolam tersebut.


‘’Daging-daging itu pasti sangat enak. Sudah tidak sabar untuk memakannya. Hahaa’’ kata Beruang kedua. Mereka pun mulai menebarkan jalarnya ke kolam.


Banyak sekali Ikan yang terperangkap pada jala kedua Beruang tersebut. Termasuk kedua Ikan yang di tinggalkan oleh Ikan pertama tersebut. Ikan pintar pun mencari akal untuk melepaskan diri. Ikan kedua yang pintar pun akhirnya memiliki akal berpura-pura mati di dalam jala.


‘’Coba, kau lepaskan Ikan yang mati itu.’’ Kata salah satu Beruang sambil meleparkannya kembali kedalam kolam.


‘’Akhirnya, aku dapat selamat.’’ Kata Ikan kedua yang pintar. Ia berhasil menyelamatkan diri dengan cara yang sangat cerdik.


Sedangkan Ikan ketiga yang sudah pasrah akan nasibnya, masih terperangkap di dalam jala. Ia pun mulai menggeliat berusaha untuk melapaskan diri. Namun, usahanya gagal.


‘’Apa yang sedang kau laukakan Ikan malang? Hahaa.’’ Kata Beruang pertama sambil mengambil Ikan ketiga.


‘’Ayo cepat potong Ikan ini.’’ Kata beruang kedua.


Akhirnya, kedua Beruang tersebut mengambil sebuah pisau dan dengan cepat memotongnya. Dan tamatlah riwayat Ikan ketiga. Karena kesalahannya sendiri, yang hanya bisa pasrah tanpa usaha untuk menyelamatkan diri dari ancaman bahaya.


Sobat Souja, 


Hikmah dari cerita tersebut di atas adalah jangan mudah menyerah ketika menghadapi tantangan. Gunakan kebijaksanaan dan kepintaranmu untuk bisa mengatasi suatu masalah. Jadilah anak yang pintar dan bijaksana dengan rajin membaca dan belajar.


Sumber: dongengceritarakyat.com

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-