Aktor handal yang terkenal lewat filmya "Titanic' kini sedang bersiap-siap memerankan seorang pembunuh " />
Leonardo Dicaprio Akan Memerankan Pembunuh Berantai di Film Terbarunya
Senin, 17/08/2015 - 12:20 WIB
images-artikel/kecil/LD.png
Sumber: kompas.com
 
 
Jakarta -

Aktor handal yang terkenal lewat filmya "Titanic' kini sedang bersiap-siap memerankan seorang pembunuh berantai pada abad 19 di film terbarunya yang berjudul Dr HH Holmes, garapan sutradara Martin Luciano Scorsese.
 
 
 

Sudah lama sejak tahun 2010, Leonardo sebenarnya sudah tertarik ingin bermain film yang menceritakan sebuah pembunuhan masal di Chicago. Leaonardo juga sudah memiliki beberapa hubungan sebelumnya dengan sang sutradara, Luciano, pada film sebelumnya yaitu gangs Of New York, The Aviator, The Departed, Shutter Islan, dan lainnya.

 

 

Film Dr HH Holmes diadaptasi dari buku karya penulis Erik Larson yang berjudul "The Devil in the White City: Murder, Magic and Madness at the Fair That Changed America" keluaran 2003, yang mana DiCaprio membeli hak ciptanya lima tahun lalu dan kini diadaptasi kembali oleh penulis skenario Captain Phillips, Billy Ray.

 

 

Dalam alur cerita, HH Holmes adalah seorang apoteker dan pengusaha yang diyakini telah membunuh antara 27 hingga 200 orang. Melalui pesona wajahnya, ia memikat para wanita muda untuk datang ke World's Fair Hotel di Chicago yang kemudian dibunuhnya. Pada buku Larson, diungkapkan bagaimana Holmes mengundang korbannya ke dalam "Kastil Pembunuhan" yang berisi kamar gas, krematorium, dan meja bedah.

 

 

Dalam catatan akademis, Holmes adalah seorang dokter terlatih lulusan University of Michigan Medical School pada 1884. Ia sangat terpesona terhadap mayat dan tengkorak. Ia mengincar para karyawan, kekasih, dan tamu hotel. Seringkali korbannya merasa tak sadarkan diri ketika Holmes memberikan gas dalam kamar kedap suara. Ia kemudian memindahkannnya ke dalam ruang bawah tanah yang berisi dua tungku raksasa, beberapa lubang asam, bahkan rak peregangan.

 

 

Holmes kerap membedah korbannya dan menjual sisa organ tubuh untuk penelitian medis melalui hubungan yang ada di sekolahnya dulu.

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-