Melihat Aturan Cuti Melahirkan di Berbagai Negara
Jumat, 16/01/2015 - 12:59 WIB
 
 
Jakarta -

Kehamilan memberikan tantangan tersendiri bagi para wanita yang bekerja. Tantangan semakin meningkat setelah melahirkan. Keinginan untuk selalu berada di dekat buah hati, memonitor perkembangannya, dan terlibat penuh dalam proses tumbuh kembangnya, menjadi impian banyak wanita di dunia. Namun, pekerjaan tak bisa ditinggalkan, cuti melahirkan pun rasanya tak cukup memenuhi kebutuhan akan pengasuhan anak yang baru lahir. 
 

Setiap wanita memiliki pengalaman unik terkait kehamilannya hingga melahirkan . Begitu pun dengan cuti melahirkan. Contohnya CEO Yahoo, Marissa Mayer yang hanya mengambil cuti melahirkan dua minggu. Ia pun berani berkata bahwa mengasuh anak ternyata tak sesulit yang ia bayangkan sebelumnya. Namun tak semua wanita yang bekerja mengalami kondisi seperti ini. 
 

Kebijakan cuti melahirkan pun mengakomodasi kebutuhan ibu bekerja, secara berbeda. Jadi, kalau ditanya berapa lama idealnya cuti melahirkan? Jawabannya akan beragam. Setiap negara punya kebijakan berbeda. Bahkan di satu negara pun setiap perusahaan punya kebijakan yang tak seragam.
 

* Di Amerika, sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Keluarga dan Cuti Medis, cuti melahirkan memungkinkan 12 minggu hari kerja dalam periode 12 bulan, setelah bayi lahir. Namun ibu bekerja umumnya mengambil cuti saat masih hamil.
 

* Di Norwegia memberikan kesempatan kepada orangtua baru untuk mengambil cuti selama dua tahun setelah anak lahir. 

* Di Belgia, karyawan bisa memilih untuk mengambil cuti penuh tiga bulan, atau mengurangi waktu kerjanya selama enam bulan, atau bekerja penuh waktu selama 15 bulan namun ada penyesuaian waktu kerja. Hal ini berlaku bukan hanya untuk perempuan namun juga laki-laki. 
 

* Di Swedia, cuti untuk melahirkan adalah 13 bulan! Wow!
 

Bagaimana dengan Indonesia? Sesuai peraturan yang berlaku, cuti melahirkan untuk pekerja wanita di Indonesia adalah selama 3 bulan. Namun apakah aturan tersebut masih kurang? Jika melihat cuti melahirkan di negara lain, bisa dikatakan cuti untuk pekerja wanita Indonesia termasuk cukup singkat ya!

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-