Mengapa Pada Saat Usia 40 Tahun Cukup 3 Hari Kerja Dalam Seminggu?
Selasa, 02/10/2018 - 09:24 WIB
images-artikel/kecil/kerjaaa.png
Sumber: carikerjanew.blogspot.co.id CariKerja
 
 
Jakarta -

Halo Sobat Souja, pada sebagian besar perusahaan atau institusi pemerintah di berbagai negara umumnya karyawan baru pensiun di usia 60 tahun. Tak sedikit pula yang memilih untuk terus bekerja selama kondisi kesehatan memungkinkan.


Sebuah penelitian membuktikan bahwa produktivitas seseorang akan meningkat di usia 40-an, dengan syarat, jam bekerja mereka haruslah lebih rendah.


Studi ini dilakukan oleh para peneliti di University of Melbourne, Australia, di bawah Departemen Riset Ekonomi dan Penelitian Sosial. Mereka mengevaluasi tentang karir, keluarga, kesejahteraan individu, serta ekonomi para peserta.


Para peneliti menguji kemampuan kognitif para peserta. Mereka diuji di tingkat yang berbeda. Para partisipan ini harus mencocokkan angka dan huruf dalam waktu tertentu, serta membaca daftar angka secara terbalik.


Setelah tes usai, para ilmuwan menemukan beberapa hasil yang menarik. Mereka yang berusia 40 tahun memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik dan lebih produktif, apabila hanya bekerja tiga hari dalam seminggu.


Kerja berlebihan bisa merusak otak


Salah satu peneliti, Colin McKenzie mengatakan, studi tersebut bertentangan dengan apa yang dipercayai banyak orang. Bekerja selama berjam-jam malah membuat mereka tidak terlalu produktif di usia tertentu.


Menurutnya, bekerja dengan waktu berjam-jam secara berlebihan malah bisa merusak fungsi otak, dibandingkan dengan tidak bekerja secara penuh.


Stres dan kelelahan mungkin menjadi faktor utama yang mempengaruhi produktivitas seseorang.


Menurut para ahli, ketika sudah memasuki usia 40-an, seseorang harus belajar untuk lebih rileks. Hal ini membantu mereka dalam menjalani kehidupan yang lebih baik, secara pribadi dan juga profesional.


Jadi bekerja hingga usia senja memang penting untuk tetap menjaga kekuatan daya ingat. Juga untuk mempertahankan kemampuan kognitif. Tetapi seiring pertambahan umur porsinya juga harus disesuaikan.

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-