Mengenang 5 Film Terbaik Alex Komang
Senin, 16/02/2015 - 09:21 WIB
 
 
Jakarta -

Jumat (13/02/2015) malam, dunia sinema Tanah Air kembali kehilangan seorang aktor kenamaan, Alex Komang. Di hadapan keluarga dan sahabat, Alex menghembuskan nafas terakhir akibat penyakit kanker yang selama ini tidak diketahui publik. Mengenai kiprahnya di dunia film, pria yang bernama asli Saifin Nuha itu mulai menjejaki dunia teater sejak tahun 1980-an. Ia ditemukan oleh mendiang Teguh Karya, salah satu sutradara terbaik negeri ini lewat Teater Populer binaannya.


Tahun 1984, merupakan awal mula Alex bermain sebagai pemeran utama dalam layar lebar lewat film. Secangkir Kopi Pahit (1984) dan lalu Doea Tanda Mata (1984). Ia meraih Piala Citra Aktor Terbaik FFI 1985 di film Doea Tanda Mata. Dari sekitar 20-an film Indonesia yang sudah dibintangi Alex, mana yang terbaik? Dilansir melalui Liputan6.com,  Berikut ini 5 film terbaik Alex Komang. 


Doea Tanda Mata (1984)
 
  
 
Doea Tanda Mata disutradarai Teguh Karya. Film ini layak disebut klasik. Sebagai sebuah period drama, film ini layaknya The Godfather milik Francis Ford Coppola yang berhasil mengangkat Amerika era 1940-an. Kisahnya tentang Gunadi, pemuda Klaten yang baru kawin setahun terbius oleh gerakan perlawanan terhadap pemerintah Hindia Belanda di tahun 1930-an. Ia tinggalkan istrinya yang menjadi guru, dan bergabung dengan kelompok pergerakan bawah tanah dengan mencetak selebaran-selebaran gelap. Di percetakan yang merangkap panggung hiburan, ia berkenalan dengan Ining (Jenny Rachman) dan mereka saling tertarik satu sama lain. Alex berhasil merefleksikan karakter peragu yang berdiri diantara dua wanita dan ideologinya mengenai bangsa dan tanah air. 


Secangkir Kopi Pahit (1984)
 
  
 
Inilah film pertama Alex Komang, aktor teater yang mulai hijrah ke dunia film. Sebagai kelahiran Jepara, Jawa Tengah, Alex berhasil membawakan pria Batak bernama Togar. Film ini berfokus pada jatuh bangun perjalanan hidup Togar, mulai dari mahasiswa yang diharapkan punya masa depan cerah oleh keluarganya, tapi lalu terdampar jadi buruh pabrik semen, meniduri seorang janda hingga hamil, jadi wartawan, lalu pulang kampung. Di kampung pun nasib malang masih menghampirinya. Semua itu dimainkan dengan sangat baik oleh seorang aktor yang di awal credit title disebut: “Memperkenalkan, Alex Komang.”


Ibunda (1986)
 
 
Ibunda hingga kini dikenang sebagai salah satu puncak karya mendiang Teguh karya. Di tangannya, sebuah drama keluarga tentang kehidupan bisa disajikan sangat menarik, tanpa perlu tanda seru yang menuntut perhatian. Fokus ceritanya tentang Ibu Rakhim (Tuti Indra Malaon), seorang janda priyayi yang selalu bersikap mengambil alih beban hidup anak-anaknya. Salah satunyaFikar (Alex Komang), pemain film dan jatuh ke pelukan seorang tante, hingga lupa sudah punya istri dan anak. Kompleks. 


Surat Kecil Untuk Tuhan (2011)
 
 
Film ini, Surat Kecil Untuk Tuhan merupakan film terlaris 2011 dengan jumlah penonton lebih dari 748 ribu. Film ini sukses mengharu biru penontonnya. Mengisahkan tentang Gita (Dinda Hauw) yang tengah berjuang melawan kanker jaringan lunak (Rhabdomyosarcoma). Selain akting Dinda yang total hingga rela mencukur rambutnya, film ini juga memperlihatkan akting memukau Alex sebagai ayah Gita. Di film itu Alex memperlihatkan akting meyakinkan seorang ayah yang akan melakukan upaya apa saja agar putrinya sembuh. Flm ini menghantarkannya menjadi unggulan Aktor Terbaik FFI 2011.


Sebelum Pagi Terulang Kembali (2014)
 
 
Film karya Lasja F Susatyo ini punya nilai edukasi agar masyarakat menjauhi praktek korupsi. Karenanya, film ini mendapat dukungan dari Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). Ceritanya berfokus pada sebuah keluarga yang dipimpin Yan (Alex Komang), seorang pejabat Kementerian Perhubungan. Keluarga ini kemudian terjerat kasus korupsi dan berantakan, tidak ada lagi kehangatan. Alex tampil meyakinkan sebagai kepala keluarga yang dilanda kegamangan dikala keluarganya hancur berantakan. 








 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-