Mie Soba, Sphageti Jepang yang Sehat dan Kaya Vitamin
Rabu, 14/01/2015 - 09:26 WIB
images-artikel/kecil/mie_soba.png
Sumber: yunbie.blogspot.com
 
 
Jakarta -

Sobat Souja pecinta kuliner Jepang , pastinya mi yang satu ini sudah tidak asing lagi bagi sobat semua. Selain udon dan ramen, soba mi juga memiliki penggemar yang cukup banyak.

Salah satu restoran yang menawarkan mie soba adalah Sagami. Jaringan restoran Jepang ini diketahui telah merajai pasar dunia sejak tahun 1970. Di Indonesia juga Sagami hadir di bawah bendera PT Gobel Dharma Sarana Karya.

Indonesia menjadi negara ketiga di Asia Tenggara setelah Cina dan Thailand, yang menjadi tuan rumah bagi Sagami. Tepatnya di foodcourt Plaza Senayan, Gourmet Garden.

Ada beberapa varian soba yang ditawarkan, mulai dari rasa wijen, jeruk (yuzu soba), plum (ume soba), hingga green tea. Untuk mie soba yang memakai campuran plum berwarna pink, sementara green tea berwarna hijau.

Warna-warni mie ini menjadi salah satu hal yang membuat para pengunjung tertarik. Kuah soba nya juga tidak hanya disajikan pada suhu yang panas, ada juga yang dingin. Untuk mie soba green tea sebaiknya disajikan dengan kuah panas. Sayangnya, rasa green tea pada sobanya akan tidak terasa. Hanya ada rasa gurih khas dashi Jepang.

Sementara mie soba yang mengandung buah plum atau disebut umesoba, sebaiknya dinikmati dengan kuah yang dingin. Kuah ini memiliki rasa yang lebih kuat dibandingkan kuah panas. Ada rasa gurih, sedikit manis, dan pahit dalam kuahnya.

Selain soba dengan berbagai rasa, ada juga soba somen yang disajikan dengan toping sayuran, daging, dan daun bawang. Ukurannya lebih kecil dibandingkan soba biasa. Dari segi rasa pun tak ada bedanya.

Soba sendiri terbuat dari buckwheat yang memiliki banyak manfaat. Buckwheat merupakan bahan makanan yang cocok dikonsumsi orang yang tidak toleran terhadap gluten.

Seperti dilansir dari laman whfoods, buckwheat kaya akan flavonoid, terutama rutin. Flavonoid merupakan fitonutrien yang melindungi terhadap penyakit meningkatkan fungsi vitamin C dan bertindak sebagai antioksidan.

Sementara itu, rutin berfungsi untuk menurunkan tekanan darah, mengobati diabetes, mengurangi kolestrol, mengurangi berat badan, dan berkhasiat membuat awet muda.

Buckwheat juga mengandung magnesium. Kandungan mineral ini berfungsi untuk melemaskan pembuluh darah, melancarkan aliran darah dan pengiriman nutrisi ketika tekanan darah rendah. Hal ini merupakan kombinasi sempurna untuk sistem jantung sehat. Selain itu, buckwheat juga mengandung asam amino, protein, vitamin, dan serat.

Soba asli dari Jepang tentunya mengandung zat-zat tersebut sehingga membuat soba lebih sehat. Pembuatannya yang tanpa pengawet pun memberikan nilai tambah tersendiri. Oleh karena itu soba hanya tahan 2-3 hari. Setelah itu harus dibuang karena sudah lewat batas konsumsi.

Soba merupakan makanan tradisional khas Jepang. Bentuknya tipis seperti spagetti. Sementara jenisnya sama seperti ramen. Orang Jepang membuat soba sejak abad ke-16. Dulu, soba yang terbuat dari buckwheat disebut sobakiri. Sedangkan untuk rumah makan yang khusus menyajikan soba disebut soba-ya.

Pada zaman Edo, soba dijual dipinggir jalan menggunakan tenda, dari pagi sampai malam. Harganya pun sangat murah, akibatnya penduduk Edo sangat menggemari soba.

Sejak zaman Edo, penjual soba sudah memiliki pesan antar. Dulu, mereka mengantarkan pesanan soba dengan kotak kayu yang disebut okamochi. Pedagang membawa okamochi dengan berjalan kaki, setelah usai Perang Dunia II mereka menggunakan soba atau sepeda motor.

Selain untuk dikonsumsi biasa, ada juga tradisi soba mengonsumsi soba pada momen-momen tertentu. Misalnya sewaktu baru pindah rumah. Untuk merayakan tempat tinggal baru, biasanya orang Jepang mengonsumsi soba, tradisi ini disebut hikkoshi soba.

Ada juga tradisi makan soba ketika malam tahun baru. Orang Jepang akan mengonsumsi soba pada hari terakhir dalam suatu tahun sebagai bentuk pengharapan agar di tahun yang baru diberikan kesehatan dan umur panjang. Selain itu, karena soba mudah dipotong, itu berarti memutus bencana di tahun lalu. Tradisi ini dinamakan toshikoshi soba.

 

"Dilihat dari faktanya, banyak menu makanan yang sangat berpengaruh bagi kesehatan penduduk Jepang. Mereka yang telah berusia lanjut tetap terlihat bugar dan panjang umur, Mie soba ini adalah salah satu rahasianya," kata Presiden Direktur PT. Gobel Dharma Sarana Karya, Regi Datau, Senin 12 Januari 2015.

Hal inilah yang melatarbelakangi hadirnya restoran sagami yang menawarkan kuliner khas Jepang khususnya mie soba. So, buat sobat Souja yang yang ingin makan mie tapi tetap sehat, cobalah untuk mengganti mie instan dengan mie soba Jepag ini.

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Jumat, 21/09/2018 - 13:02 WIB
Kamis, 06/09/2018 - 00:06 WIB
Sabtu, 01/09/2018 - 05:44 WIB
Sabtu, 01/09/2018 - 05:41 WIB
Minggu, 09/09/2018 - 06:23 WIB
Selasa, 11/09/2018 - 22:28 WIB
Minggu, 02/09/2018 - 09:56 WIB
Rabu, 05/09/2018 - 04:12 WIB
Rabu, 12/09/2018 - 11:25 WIB