Novel Perburuan Karya Pramoedya Ananta Toer Akan Diangkat Ke Layar Lebar
Senin, 22/12/2014 - 08:57 WIB
images-artikel/kecil/Perburuan Pramoedya Ananta Toer.jpg
Sumber: boondi.lk
 
 
Jakarta -

Karya film yang diadaptasi dari novel sepertinya akan segera bertambah. Novel berjudul Perburuan , yang ditulis oleh salah seorang sastrawan kebanggan Indonesia, Pramoedya Ananta Toer akan diangkat ke layar lebar oleh rumah produksi Falcon Pictures. Hal tersebut bahkan telah dikonfirmasi langsung oleh Frederica Erica, Produser rumah produksi itu. Frederica mengungkapkan bahwa saat ini proyek yang dimaksud sedang dalam tahap penggodokan naskah. 


"Kami masih menggodok naskah. Hal paling penting dari proyek ini adalah mendapatkan persetujuan dari keluarga Pak Pram. Untuk Perburuan, puj syukur keluarga sudah memberikan restu meski sempat ada beberapa syarat yang diajukan agar Perburuan bisa naik produksi (layar lebar). Agak alot pada awalnya, tapi kami akan berusaha menyajikan film ini secara maksimal, " tutur Frederica melalui ViVAlife. 


Frederica menambahkan, tantangan khusus dalam mengangkat sebuah novel menjadi film adalah kritikan pedas dari para pembaca novel tersebut, apalagi nama besar seorang Pramoedya Ananta Toer secara otomatis memberikan beban tersendiri bagi tim produksi. 


"Semata-mata bukan karena harga yang tinggi. Kami dan keluarga Pak Pram punya chemisty yang luar biasa dan mereka percaya kami mampu mengemasnya menjadi film yang baik. Semoga tidak mengecewakan. Untuk masalah kritikan pedas dari pembaca novel, tantangan itu selalu dihadapi, karena ini masalah perbedaan interpretasi secara individual. Masalah selera," pungkasnya. 

Perburuan berkisah tentang seorang pejuang yang sangat mencintai negerinya. Rentang waktu cerita berkisar pada penjajahan Jepang sampai awal kemerdekaan Republik Indonesia (saat Jepang menyerah pada sekutu). Sang pejuang rela meninggalkan orang tuanya, tunangannya, harta, dan kesenangan-kesenangannya demi satu tekad: merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. 


Adalah Hardo, demikian nama tokoh utama dalam novel ini, menjadi buronan Nippon yang berbahaya. Hardo sebelumnya adalah anggota PETA dengan pangkat shodanco, organisasi bentukan Jepang. Namun, ia dan rekan-rekan lain begitu mencintai negeri ini sehingga keluar dari perkumpulan itu. Mereka dituduh pengkhianat Nippon dan menjadi buronan berbahaya. Berbagai cara mereka lakukan agar lepas dari intaian pasukan Nippon. Salah satunya dengan menjadi miskin. Sebuah pertaruhan berbahaya yang mengancam nyawa kapan saja. 


Layak ditunggu kehadiran filmnya!

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-