Pekerjaan Freelance Semakin Diminati
Selasa, 10/02/2015 - 12:11 WIB
 
 
Jakarta -

Menurut sebuah survey yang dilakukan oleh perusahaan penyedia jasa freelance , Sribulancer, pekerjaan freelance menunjukkan tren meningkat dan diprediksi akan semakin diminati di masa yang akan datang. Menjadi freelancer di Indonesia umumnya dilakukan oleh karyawan kontrak maupun orang yang belum bekerja untuk mencari penghasilan.


Dari survey yang dilakukan terhadap 1.000 responden yang diambil secara acak dari 10.000 freelancer yang terdaftar di situs penyedia lowongan kerja freelance tersebut ditemukan bahwa 5 dari 10 freelancer adalah pekerja tetap/karyawan dan mayoritas mereka merupakan pekerja yang baru memulai karir (baru bekerja satu sampai dua tahun) atau berusia sekitar 18-25 tahun. Rata-rata penghasilan yang diperoleh mayoritas responden mencapai Rp 1-5 juta per bulan. Hal inilah mengapa hampir 60 persen responden mengatakan bahwa pekerjaan freelance mereka saat ini menjadi penghasilan utama mereka, meskipun mereka juga berstatus sebagai pekerja tetap/karyawan di suatu perusahaan.


Survey ini dibagikan kepada 10.000 email yang sudah terverifikasi sebagai freelancer di Sribulancer dari tanggal 5 – 12 Januari 2015 melalui Google Form. Menurut hasil survey, ada dua alasan lain yang menjadikan freelance semakin diminati. Pertama adalah fleksibilitas waktu yang dimiliki. Seorang pekerja freelance bisa melakukan pekerjaannya kapan pun asalkan memenuhi deadline. Tidak hanya itu, terutama bagi para pekerja muda, pekerjaan freelance ini juga dimanfaatkan untuk bereksplorasi mengembangkan keahlian dan kemampuan yang dimiliki, karena mereka bisa mengerjakan pekerjaan yang bervariasi di luar pekerjaan tetap mereka.


Ryan Gondokusumo, CEO dan Founder Sribulancer, memprediksikan prospek pasar freelance akan semakin meningkat kedepannya.


“Melihat perkembangan dan prospek pekerjaan freelance , kami yakin ke depannya semakin banyak pekerja yang milirik pekerjaan freelance. Bahkan, pekerjaan freelance ini dapat menjadi solusi mengatasi penganguran di Indonesia. Hanya berbekal akses internet dan laptop/komputer/gadget, tiap orang dapat menjadi freelancer,” ungkap Ryan.


So, adakah sobat Souja yang bekerja sebagai freelancer disini?


 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-