Pemakaman Bernuansa Ceria Ala Merry Cemetry
Senin, 21/07/2014 - 16:40 WIB
images-artikel/kecil/Merry_Cemetery_1.JPG
Sumber: detik.com
 
 
Jakarta -

Objek wisata sejatinya adalah tempat unik yang membawa suasana menyenangkan dan penuh keceriaan. Namun, apa jadinya jika area pemakaman malah dijadikan sebagai objek wisata? Inilah yang terjadi di Rumania, Sobat Souja. Pemakaman Merry Cemetry menjadi destinasi wisata terfavorit tujuan wisatawan mancanegara maupun domestik. Terletak di Desa Sapanta, dekat perbatasan antara Rumania dan Ukraina, nuansa warna warni membuat kompleks pemakaman ini sangat berbeda dengan pemakaman kebanyakan.

Kebudayaan lokal Rumania yang memiliki persepsi berbeda terkait kematian ditengarai sebagai penyebab Pemakaman Merry Cemetry dipenuhi dengan warna warni cerah. Menurut kebudayaan setempat, tidak sepatutnya kematian identik dengan kesedihan dan kesuraman, karena akan berpengaruh pada kehidupan pasca kematian yang dialami oleh sang mendiang. Oleh karena itu, beberapa warna yang mendominasi pemakaman, memiliki makna tersendiri. Warna hijau menandakan kehidupan, hitam berarti kematian, merah berarti semangat membara serta kuning yang berarti kesuburan. Selain warna, di batu nisan makam juga diukir pesan-pesan dan kata-kata mutiara milik mendiang, semacam quotes.

Penduduk setempat mengungkapkan bahwa pemakaman ini pertama kali dibuat oleh seorang pemahat kayu bernama Ion Stan Patras pada tahun 1935 setelah terinspirasi dari sebuah upacara pemakaman tradisional Rumania kala itu. Pesta pemakaman di Rumania umumnya dilangsungkan selama 3 hari 3 malam, dimana semua kisah mengenai mendiang diceritakan secara lengkap. Sejak saat itu, Patras mulai membuat kumpulan puisi untuk dirinya sendiri yang dipahat di atas kayu. Pada tahun 1977, Patras meninggal dunia dan dikubur dengan nisan hasil pahatannya sendiri.

Komplek pemakaman ini dibuka untuk umum termasuk para wisatawan yang ingin mengetahui mengenai asal usul makam yang begitu unik. Untuk bisa masuk dan berkeliling makam, pengunjung dikenakan biaya sekitar 4 sen atau sekitar Rp 6.000. Cukup murah bagi sebuah tempat wisata yang masuk ke dalam daftar cagar budaya dalam situs UNESCO.

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Kamis, 12/07/2018 - 11:55 WIB