Persembahan Padnecwara Mempersembahkan Dewabrata
Senin, 23/04/2018 - 11:28 WIB
images-artikel/kecil/persembahan-padneçwara-mempersembahkan-dewabrata.jpg
Sumber: indonsiakaya.com
 
 
Jakarta -

Di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 27 – 28 April 2018 Padneçwara yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation akan kembali hadir mempersembahkan Dewabrata. Keistimewaan pementasan kali ini terletak antara lain nuansa baru yang dihadirkan, yakni pada paduan gaya tari Yogyakarta dan Surakarta, serta penataan gending yang ditata ulang Blacius Subono. 

Tampil dalam pertunjukan kali ini Penata tari oleh Bambang Pudjaswara dan Rury Nostalgia, didukung para penari antara lain: Wahyu Santoso Prabawa, Wasi Bantolo, Retno Maruti, Rury Nostalgia, Yuni Swandiati, Indrawati, Nungki Kusumastuti, Yekti Tri Wahyuni, RM Kristiadi, Daryono, Widodo K., Anter Asmorotejo, Mahesani Tunjung Seto, dan Yestriyanto, dll.


Sinopsis karya Dewabrata:


Durgandini menerima lamaran Sentanu, hanya dengan syarat jika nanti anak dari pernikahan mereka lahir, maka tahta Hastina harus menjadi haknya. Tentu saja Sentanu terkejut dan sedih. Calon penerus raja sudah ditentukan: Dewabrata. Tak mungkin Sentanu mengubah tatanan begitu saja. Menghadapi Dewabrata yang beranjak remaja sangat menghormati dan sayang pada ayahnya. Dia berhasil membuat ayahnya sembuh dan bahkan, akhirnya, menikahi Durgandini. Dewabrata bersumpah bahwa tahta Hastina akan dia serahkan kepada adik-adiknya yang lahir dari rahim Durgandini. Bukan hanya itu, demi menjaga ucapannya, Dewabrata juga bersumpah tidak akan menikah seumur hidupnya.

Bakti Dewabrata tidak hanya sampai di situ, bahkan ketika adik-adik yang lahir dari Durgandini siap menikah, dialah yang memasuki sayembara, mencarikan istri bagi keduanya. Di negeri Kasipura, Dewabrata memenangkan sayembara putri dengan mengalahkkan dua raksasa Wahmuka-Arimuka. Dewabrata memboyong 3 putri Kasipura: Amba, Ambika, Ambalika.

Ambika-Ambalika mau dinikahkan dengan adik-adik Dewabrata: Citrawirya-Citrasena. Akan tetapi, Amba menolak, karena hatinya terpaut pada Dewabrata: gagah, dan pemenang sayembara.  Sebetulnya, saat itu Dewabrata pun jatuh cinta pada Amba. Namun, dia seperti diingatkan akan sumpah setianya sendiri yang tidak akan menikah seumur hidup. Panik, sedih, marah, entah apalagi, sampai-sampai Dewabrata lepas kendali. Tanpa sengaja, anak panah yang dimaksudkan menakut-nakuti Amba agar segera naik kereta ke Hastina, ternyata lepas dari busurnya. Amba mati. Ketika di Bharatayuda, Amba akan meragasukma pada Srikandi-istri Arjuna, dan menjemput Dewabrata ke surga.
 
 
  


Persembahan Padnecwara Mempersembahkan Dewabrata
Tanggal : 27 April 2018 s/d 28 April 2018
Lokasi : Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.


More info:
Yully Purwanti : 0816 1371 181

 
 
Artikel Terkait:
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Minggu, 19/08/2018 - 04:36 WIB
Rabu, 15/08/2018 - 08:49 WIB
Minggu, 05/08/2018 - 07:28 WIB
Rabu, 08/08/2018 - 06:54 WIB
Senin, 06/08/2018 - 09:55 WIB
Rabu, 08/08/2018 - 18:28 WIB
Jumat, 03/08/2018 - 09:13 WIB
Rabu, 08/08/2018 - 06:55 WIB
Sabtu, 11/08/2018 - 07:34 WIB
Minggu, 12/08/2018 - 10:41 WIB
Selasa, 14/08/2018 - 08:47 WIB
Senin, 13/08/2018 - 10:53 WIB
Selasa, 14/08/2018 - 08:33 WIB
Rabu, 15/08/2018 - 08:48 WIB
Rabu, 15/08/2018 - 08:47 WIB